View Full Version
Selasa, 17 Apr 2012

Bak Maling Ayam, Siswa Nyontek di Ponsel Digelandang Polisi

Bone (VoA-Islam) – Nyontek adalah perilaku yang tidak terpuji. Tapi sampai harus menggelandang siswa ke Polsek itu juga tindakan yang berlebihan. Pelajar bukan maling ataupun koruptor. Agar menimbulkan efek jera, sebaiknya siswa yang menyontek itu cukup diingatkan atau dinyatakan gugur saja sebagai bentuk hukuman.

Memasuki hari pertama Ujian Nasional (UN), Senin (16/4) aparat kepolisian Resort (Polres Bone) Sulawesi Selatan, menggelandang dua pelajar peserta UN yang tertangkap tangan berlaku curang dengan modus SMS kunci jawaban dari telepon selulernya. Bukan semata-mata mencontek, namun keduanya didapati menyalin jawaban dari kunci jawaban yang ada di dalam pesan singkat (SMS) di telepon selularnya.

Peristiwa ini terjadi saat UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia tengah berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pengawas UN menyaksikan dua pelajar ini menggunakan telepon seluler yang disimpan dari balik pakaian.

Setelah ditegur dan diperiksa ternyata telepon terseluler tersebut berisi kunci jawaban. Keduanya pun langsung diserahkan kepada aparat kepolisian yang sebelumnya memang melakukan pengamanan di lokasi UN.

Selain kedua pelajar ini, polisi juga mengamankan kartu peserta UN serta dua buah telepon seluler sebagai barang bukti "Saya tidak tahu Pak, siapa yang mengirim, langsung masuk saja sms-nya di hp-ku," ujar JD.

"Kami hanya mengamankan dua pelajar ini, untuk dilakukan penyelidikan dari mana asal dan siapa penyebar kunci jawaban tersebut, karena inikan sudah ada indikasi bahwa soal Ujian Nasional ini bocor kalau memang betul itu kunci jawabannya," ujar IPDA Supiadi, Kepala Unit Patroli Motor (Kanit Patmor) Polres Bone.

Di Lampung, juga diberitakan, kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia saat ujian nasional (UN) diduga bocor. Kode soal yang beredar sama persis dengan soal yang dibagikan. Kode tersebut adalah soal paket A63, paket B24, paket C36, paket D48, paket E51 yang merupakan paket soal semua jurusan SMA/SMK/MA.

Kunci jawaban tersebut beredar melalui SMS. "Saya dapat dari teman. Ada yang kirim ke sejak Minggu sore hingga tadi subuh (16-4). SMS ini gratis kok, enggak perlu bayar," ujar seorang siswi SMA swasta di Bandar Lampung.

Dia mengaku selama ujian leluasa mencocokkan kunci jawaban dengan soal yang dikerjakan karena bebas membawa telepon seluler ke kelas. "Kayaknya emang cocok," ujarnya.

Di Demak, Jawa Tengah, ada temuan lapangan berupa peredaran kunci jawaban soal mata pelajaran Bahasa Indonesia di kalangan siswa, Minggu (15/4/2012). Menurut sejumlah siswa bocoran tersebut diperoleh melalui pesan singkat atau SMS yang diterima dari sesama rekan mereka yang bersekolah di kota lain.

Dengan cepat SMS berisi jawaban 50 soal Bahasa Indonesia yang terdiri dari paket 12/A, paket 25/B, paket 39/C, paket 46/D, paket 54/D, langsung menyebar di kalangan siswa calon peserta Ujian Nasional.

Di Jombang, soal Ujian Nasional (UN) pun mengalami kebocoran. Hal ini dibuktikan dengan maraknya transaksi jual beli kunci jawaban UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jika terbukti kunci yang beredar melalui pesan singkat (SMS) itu benar, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang siap melakukan ujian nasional ulang. Terlepas dari benar dan tidaknya kunci jawaban tersebut, ribuan pelajar di Kabupaten Jombang telah membayar hingga belasan juta rupiah per-sekolah. Desastian/dbs


latestnews

View Full Version