View Full Version
Senin, 30 Apr 2012

Ustadz Abu Robbani: Hadapi Perang Akhir Zaman Umat Islam Harus I'dad

BEKASI (voa-islam.com) - Pada acara bedah buku “Perang Akhir Zaman” yang diselenggarakan di Masjid Muhammad Ramadhan, Taman Galaksi, Kota Bekasi, Ahad (29/4/2012), sang penulis, ustadz Abu Robbani Abdullah mengungkap berbagai kisah perjalanan ke depan kehidupan dunia ini, berdasarkan dalil Al Qur'an dan Hadits, termasuk berbagai fakta dan analisa.

Dalam rilis yang ia bagikan, secara singkat, ada beberapa uraian penting yang seyogyanya diketahui umat Islam saat ini.

Ustadz yang menjabat sebagai pimpinan Departeman Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Wilayah Jabodetabek ini mengungkapkan berbagai fenomena  baik yang telah, sedang, maupun yang akan terjadi. Berikut ini secara ringkas fenomana yang ia ungkapkan dalam rilis yang dibagikan kepada para wartawan.

New World Order (Tatanan Dunia Baru) adalah sebuah cita-cita dari suatu masyarakat rahasia (Secret Society) Yahudi sudah mulai terbentuk. Untuk melaksanakan rencana mereka, dibuatlah rencana besar ”Depopulation” (pengurangan jumlah penduduk dunia), melalui penciptaan perang dan konflik, Keluarga Berencana, vaksinasi, rekayasa wabah penyakit dan kelaparan di suatu negeri dan lain-lain.

Mereka saat ini juga tengah menyiapkan jalan menuju Perang Dunia III yang memusnahkan banyak manusia. Mereka juga membangun bunker-bunker rahasia agar selama perang nuklir, mereka -kaum globalis- bisa selamat bersama masyarakat mereka.

Mereka juga telah menyiapkan   800 kamp-kamp tahanan rahasia di seluruh bagian Amerika Serikat dan menyiapkan Undang-undang FEMA yang memberi kekuasaan mutlak kepada presiden Amerika untuk membuat keputusan penting ketika terjadi keadaan darurat dan perang, termasuk -nantinya- adalah memberi perintah untuk memenjarakan orang-orang/warga negara pembangkang yang tidak disukai kaum “Tatanan dunia baru”.

Kaum The New World Order saat ini ingin segera menyelesaikan tahapan puncak dari seluruh rangkaian konspirasi menaklukkan dunia dengan mengobarkan PD III. Dan semua program ini harus sudah selesai pada tahun 2012. Maka tahun 2012 bagi kaum Illuminati, Freemasonry dan The New World Order adalah satu angka keramat dimana saat itu adalah tahun terakhir dari peradaban lama (The Ancient World Order), dan selanjutnya mereka akan memasuki tahun 2013 dan selanjutnya sebagai zaman peradaban baru (The New World Order) yang mereka cita-citakan itu.

Seiring dengan hal itu, sekarang kekuatan salibis zionis AS dan para sekutunya telah bersekongkol dengan para penguasa thaghut di negeri-negeri muslim untuk memerangi para ulama, dai dan mujahidin di seluruh dunia yang berjuang untuk menegakkan khilafah melalui jihad dan menuduh siapa saja yang berjuang itu sebagai khawarij, teroris, pemberontak dan sebagainya, agar masyarakat memandang para penguasa thaghut sebagai pihak yang benar.

Namun ketahuilah bahwa Allah juga mempunyai rencana. Dan rencana Allah Ta’ala adalah  lebih baik dari mereka, Allah akan menyempurnakan agama Islam ini dengan memunculkan Imam Mahdi, seorang imam dari suku Quraisy keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Terjadinya peristiwa PD III tersebut sangatlah berdekatan dengan tahun kemunculan Imam Mahdi (tahun 1430-an Hijriah). Sedangkan akan datangnya dua peristiwa besar ini juga bersamaan waktunya dengan prediksi jatuhnya bintang Nemesis (planet X-Nibiru ke bumi yang diperkirakan tahun 2012).

Ketiga pristiwa besar ini juga bertepatan dengan sakitnya raja Saudi sekarang -Raja Abdullah- yang calon penggantinya diperkirakan ada lebih dari seorang, dan peristiwa suksesi kepemimpinan  tersebut –diperkirakan juga-  berjalan tidak mulus. Keempat peristiwa tersebut bertepatan juga dengan berhentinya aliran sungai Eufrat di Turki saat ini karena dibangunnya banyak bendungan-bendungan raksasa di Turki.

Jika semua keterangan-keterangan di atas menjadi kenyataan maka yang akan terjadi -insya Allah- adalah wafatnya raja Saudi yang akan diikuti terjadinya perang saudara memperebutkan tahta kerajaan Saudi. Kemudian muncullah emas di sungai Eufrat yang mengakibatkan peperangan semakin berkobar dan meluas –tidak hanya di wilayah Arab saja, tapi juga timbul di Turki- akan mengakibatkan puncak kegoncangan di seluruh dunia Arab (dimana hari ini kerusuhan politik telah terjadi di sebagian dunia Arab seperti Tunisia, Mesir, yaman, Libya & syiria).

Saat puncak dari kerusuhan dan kegoncangan itulah maka  muncul Imam Mahdi. Apabila ia telah muncul maka akan diikuti oleh munculnya bintang/planet nemesis yang mungkin akan menghantam bumi -insya Allah tepatnya di AS- maka jika telah muncul al-Mahdi dan jatuhnya bintang berekor api ini maka hancurlah sebagian populasi dunia. Dan saat itu juga berarti datanglah saat penghakiman bagi bangsa Arab, Turki dan Persia dan  juga bangsa-bangsa lainnya karena kedurhakaan mereka kepada Allah dan rasul-Nya dan kezaliman mereka terhadap para mujahidin dan da’i Islam yang jujur dimasa lalu.

Al Mahdi akan dibantu oleh pasukan mujahidin terbaik di muka bumi pada saat itu yang bertauhid dengan benar, yaitu pasukan dari Madinah, Syam dan Iraq, Afghanistan-Pakistan dan  mujahidin yang berjihad pada hari ini di seluruh dunia, juga yang membaiatnya di Ka’bah serta kaum muslimin yang tergerak berangkat untuk membaiatnya walaupun harus merangkak di kedinginan salju.

Khilafah yang dipimpin Al Mahdi tentu tak akan terbentuk melainkan diawali dengan sebuah jama’ah. Dengan konsep jamaah yang menuju Khilafah inilah merupakan satu-satunya jalan keluar dari semua problema umat Islam hari ini.  Namun, memperjuangkan khilafah ini tentu butuh pengorbanan jihad dengan harta dan Jiwa, memerlukan jihad qital (angkat senjata). Bagitulah teladan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika membangunnya di masa awal. “Tiada khilafah tanpa Dakwah dan Jihad.

Hal ini sekaligus kritisi kepada sebagian kelompok Islam yang mendakwahkan khilafah tapi tidak menempuh jihad.

Demikian pula ini merupakan kritikan kepada kelompok yang menisbahkan kepada dakwah Salafiyyah namun masih loyal kepada para  thaghut yang mereka anggap masih  sebagai ulil amri. Bagaimana setan bisa menipu mereka, padahal mereka dikenal selalu lantang meneriakkan diri sebagai kaum Ahlussunnah, kaum salafiyyin, kaum muwahhidin.

Bagaimana mungkin mereka akan memperjuangkan tauhid kalau mereka sendiri berwala (loyal) kepada thaghut bahkan memerangi mujahidin dan muwahhidin dengan sikap, kata-kata dan fatwa-fatwa mereka?

Oleh sebab itu ketahuilah, akan terjadi peperangan besar di akhir zaman dan kaum muslimin akan berperang dengan munculnya Imam Mahdi. Maka seluruh kaum muslimin harus menyiapkan diri mereka sendiri atau berjamaah dalam menghadapinya (ber-i’dad). Berlatihlah berenang, berkuda, memanah dan pedang atau tombak atau beladiri karena sifat peperangan masa depan adalah peperangan konvensional. Namun juga berlatihlah dengan senjata modern, karena hari ini kita masih bertempur dengan senjata modern.

Kaum muslimin juga harus meyakini, secanggih apapun kekuatan kufur dari kaum Yahudi dan Salibis serta musyrikin untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin maka semua makar mereka itu berada dibawah kehendak Allah dan kuasa-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti akan terjadi dengan izin-Nya, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi, dan semua urusan akan kembali kepada-Nya, berjalan sesuai dengan takdir-Nya yang telah tertulis. Wallahu a’lam bish shawab. [Ahmed Widad]


latestnews

View Full Version