View Full Version
Jum'at, 04 May 2012

Bentrok Antar Warga Sering Terjadi di Maluku Tengah

AMBON (voa-islam.com) - Gangguan kamtibmas terjadi di Kabupaten Maluku Tengah (masih dalam wilayah Pulau Ambon) yang baru saja melaksanakan pilkada putaran pertama.

Di Kabupaten Maluku Tengah dalam waktu kurang dua pekan ini sudah terjadi dua kali bentrokkan antar warga yang menyebabkan jatuhnya korban harta benda dan jiwa. Sebelumnya pada tanggal 23 April 2012 sampai tanggal 27 April 2012 terjadi pertikaian  antara warga desa Allang dan desa Hatu yang menyebabkan beberapa warga mengalami luka parah terkena bacokan.

Dua desa Kristen tersebut bertikai setelah sebelumnya terjadi perkelaian antar pemuda di sebuah pesta di desa tetangga yang bernama Liliboy.

Belum sepenuhnya kondusif keadaan keamanan di dua desa tersebut pertikaian kembali terjadi antara desa Telaga Kodok dan desa Hitu lama.

Dari informasi yang dihimpun, Ibu wadida (50 tahun dan Ibu Puasa (50 tahun) salah seorang pengungsi   di desa Nania menyebutkan bahwa ketika seorang ibu bernama Hafsah (45 tahun) mendirikan rumah di dusun Telaga Kodok, ia didatangi oleh seorang laki-laki warga desa Hitu lama yang melarang Hafsah mendirikan rumah di tempat tersebut.

Buntut dari pelarangan tersebut memicu adu mulut antara Hafsah dengan laki-laki warga Hitu yang belum diketahui namanya. Laki-laki warga Hitu tersebut menampar Hafsah. Tidak terima saudara perempuannya dianiaya, saudara laki-laki Hafsah kemudian menyerang laki-laki warga Hitu Lama yang menampar Hafsah.

Setelah perkelaian tersebut warga Hitu Lama meninggalkan dusun Telaga Kodok, namun tidak berselang lama kemudian datang massa warga Hitu lama  dalam jumlah besar menyerang dusun Telaga Kodok. Lalu bentrokkan antara dua desa muslim tersebut tidak bisa dihindarkan.

Sekitar pukul 16.00 WIT terjadilah bentrokkan dalam jumlah massa yang cukup besar antara dua desa tersebut. Akibat bentrokkan tersebut seorang warga Hitu Lama tewas,s atu orang lainnya mengalami luka parah. Sedangkan di pihak dusun Telaga Kodok seorang warga mengalami luka parah dan 2 buah rumah hangus terbakar.

Pertikaian tersebut juga menyebabkan banyak warga yang mengungsi. Sekitar 20 orang warga dusun Telaga kodok sampai pagi hari ini masih mengungsi di Desa Nania kecamatan Teluk Ambon Baguala.

Sampai berita ini diturunkan aparat keamanan masih bersiaga di dua desa tersebut mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Bahkan Selasa (1/5/2012) pukul 16.30 WIT aparat kepolisian juga langsung bergerak menuju terminal Hitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokkan antara warga Hitu Lama dan dusun telaga kodok di Terminal.

Perlu diketahui bahwa dalam empat bulan terakhir ini setidaknya sudah tiga kali terjadi bentrokkan antar warga di Kabupaten Maluku Tengah. Bulan januari lalu bentrokkan terjadi di desa Pelauw antara warga kampung depan dan warga kampung belakang yang menyebabkan sedikitnya tiga ratus rumah terbakar dan puluhan orang tewas dan luka-luka.

Bentrokkan yang tidak kalah sengit terjadi di Saparua antara warga desa Porto dan desa Haria yang terjadi berkali-kali dalam enam bulan terakhir ini. Bentrokkan di dua desa Kristen tersebut juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak.

Dari penelusuran terhadap sejumlah warga Ambon, berbagai spekulasi pun bermunculan, ada yang menduga bentrok ini sengaja diciptakan pihak-pihak tertentu untuk menggagalkan acara MTQ XXIV tingkat Nasional yang akan digelar bulan depan di kota Ambon. Ada pula yang menduga terkait dengan Pilkada Bupati Maluku Tengah putaran Kedua yang akan digelar bulan ini [AF]


latestnews

View Full Version