View Full Version
Senin, 06 Aug 2012

Pengurus DDII Imbau Umat Islam Tolak Calon Pemimpin Kafir!!!

SOLO (voa-islam.com) – Ditemui selepas memberikan kajian rutin di masjid Fauziah Ponpes Al Mukmin Ngruk,i Sukoharjo, Jum’at (3/8/2012), Ustadz Aris Munandar Al-Fattah, Lc. menegaskan bahwa dirinya tidak ingin masuk dalam permainan politik terkait beredarnya SMS propaganda di kalangan umat Kristiani untuk mendukung Wakil Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo sebagai penguasa Solo.

Beliau meletakkan permasalahan ini menurut kacamata Islam, yakni cara pandang sesuai dengan Al-Qur’an apa adanya. Sebab pijakan umat Islam dalam memilih pemimpin memang harus didasari berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah.

“Kita ini dilarang mengambil kepemimpinan selain dari kita (non muslim, red)”, ujarnya sambil mengutip surat Ali Imran ayat 118:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الايَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Menurut pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Solo ini, Islam telah memberikan hujjah yang sangat jelas dalam masalah kepemimpinan, agar tidak memilih pemimpin yang berasal dari orang-orang kafir.

Seperti diketahui, saat ini di Indonesia marak model pasangan calon Bupati atau Gubernur yang menyandingkan pemimpin muslim didampingi dengan non muslim. Issu paling hangat terkait hal ini adalah Pemilukada yang sekarang sedang berlangsung di DKI Jakarta dimana Jokowi (Muslim) berpasangan dengan Ahok (Kristen).

Hal ini di sinyalir oleh ustadz Aris sebagai satu sinyalemen pembentukan mainstream pluralisme dengan dengan modus pasangan calon pemimpin beda agama. Jika kemudian hal ini dibiarkan dan berhasil maka dikhawatirkan, masyarakat khususnya umat Islam akan sulit menolak modus seperti hal ini karena telah menjadi tren.

Untuk itu ia berpesan kepada umat Islam untuk mewaspadai model kepemimpinan pluralis. Ia menambahkan bahwa dengan melihat intrik-intrik yang di buat oleh musuh-musuh Islam, maka umat Islam harus melakukan penolakan terhadap kepemimpinan pluralis dengan segenap kemampuan yang dimiliki.

“Dalam hal ini (pemimpin beda agama, red), umat Islam harus menolaknya dengan kemampuan yang dimiliki”, tegasnya. [asg/Kru FAI]


latestnews

View Full Version