View Full Version
Ahad, 30 Sep 2012

Ribuan Massa PKS Menuntut AS Mencabut Film Menghina Nabi

Jakarta (voa-islam.com) Baru kali ini, ribuan massa kader PKS kembali turun ke jalan, sejak menjadi partai terbuka. Sudah lama PKS absen menunjukkan jati dirinya sebagai kekuatan yang membela kepentingan Islam. PKS sudah jarang melakukan aksi, saat peristiwa penting terkait dengan kejahatan Amerika Serikat.

Minggu siang ini, PKS menurunkan kadernya melakukan demo secara damai terhadap Kedutaan Amerika Serikat, di  mana film "Innocence of Muslim", yang menghina Nabi Shallahu alaihi wassalam, yang  dibuat oleh orang Israel dan Koptik yang bermukim di Amerika Serikat.

PKS menuntut Amerika Serikat  mencabut film yang menista Nabi Muhammad SAW itu, dan menindak tegas warganya yang membuat dan mengedarkan film tersebut.

Ribuan massa itu memadati depan Kantor Kedubes AS di Jalan Medan Selatan, Jakarta Pusat. Demonstrasi berlangsung damai dan tertib. Aksi itu berlangsung di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, yang merupakan perwakilan resmi pemerintah Amerika  Serikat, yang merupakan pusat kejahatan terhadap Islam dan Muslim.

Di mana Amerika Serikat melakukan invasi terhadap Muslim Afghanistan, Irak, dan membunuhi ribuan ulama dan aktivis Islam, yang dianggap menjadi ancaman keamanan dan kepentingan nasional Amerika Serikat.

Salah satu demonstran, anggota Komisi III DPR, Indra mengatakan, penistaan yang sudah dilakukan warga AS telah menyakiti umat Muslim di dunia khususnya di Indonesia.

"Amerika harus bisa menindak warganya yang melakukan penistaan agama. Ini bukan pertama kalinya AS melakukan penistaan terhadap Muslim. Ini merupakan protes keras kami," tegasnya.

PKS selama kemana saja? Melihat di mana-mana Muslim di zalimi oleh dajjal Amerika  Serikat, yang sangat biadab. Tetapi, baru sekarang keluar menyuarakannya.

Padahal, di Libya, Mesir, Yaman, Tunisia, Yordania, Palestina, Sudan,  Pakistan, Afghanistan, dan sejumlah negara lainnya, Muslim sudah bentrok dengan aparat keamanan yang menolak "Innocence of Muslim". af


latestnews

View Full Version