View Full Version
Rabu, 02 Jan 2013

Isi Komik Nabi Itu Dibilang Halal, Maka Halal Juga Darah Pembuatnya!

Paris (Voa-Islam) – Majalah mingguan Prancis, Charlie Hebdo, membuka tahun baru 2013 dengan menerbitkan komik biografi. Pada tanggal 2 Januari atau Rabu ini, Charlie Hebdo meluncurkan buku komik tentang biografi Nabi Muhammad SAW.

Biadab! Charlie Hebdo, mengklaim isi komik tersebut sepenuhnya ‘halal’ karena dikompilasikan dari sejarawan dan ilmuwan Muslim. Yang jelas, majalah satir asal Negeri Mode ini beberapa kali menurunkan gambar kartun serupa dengan alasan kebebasan berekspresi. Yang pasti, halal juga darahnya bagi siapapun yang terlibat dalam pembuatan komik nabi tersebut.

‘’Kami sudah memiliki gambaran tentang kehidupan Muhammad seperti yang diceritakan oleh sejarawan Muslim. Tidak ada tambahan humor,’’ bunyi pernyataan Charlie Hebdo seperti dikutip Dailybhaskar dari Aljazeera. ‘’Jika bentuknya memunculkan sejumlah hujatan, latar belakangnya sepenuhnya halal.’’

Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, mengatakan kepada AFP bahwa isi komik biografi Nabi Muhammad sepenuhnya ‘halal’. Karena, komik tersebut ditulis berdasarkan kompilasi tulisan tentang Nabi yang ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim.

Charlie Hebdo mengklaim komik yang akan diterbitkannya memiliki legitimasi karena sudah dikonsultasikan dengan ilmuwan Islam. ‘’Beberapa lainnya menyalahkan Charlie Hebdo yang sengaja memicu aksi protes dengan menerbitkan serial komik,’’ tulis Dailybh

Komik Kartun Nabi Diedit Orang Islam

Stephane Charbonnier, penerbit Charlie Hebdo sekaligus ilustrator komik, mengklaim komik tersebut telah mendapat ‘restu' umat Islam. ‘’Ini adalah sebuah biografi yang diresmikan oleh Islam karena diedit oleh Umat Muslim,’’ kata Charbonnier seperti dikutip Alarabiya dari AFP.

Charbonnier mengatakan komik biografi tentang Nabi Muhammad itu diluncurkan pada Rabu dan disatukan dengan biografi peneliti Francis-Tunisia yang dikenal dengan nama samaran Zineb.

Charbonnier yang dikenal dengan nama Charb itu mengaku dirinya mendapat ide meluncurkan komik biografi tentang Nabi Muhammad sejak enam tahun silam. Dia terinspirasi oleh surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, yang mempublikasi 12 kartun Nabi Muhammad pada September 2005.

Ulah surat kabar Jyllands-Posten tersebut memicu gelombang demonstrasi umat Islam di Denmark. Pada awal 2006, gelombang demonstrasi menentang penerbitan kartun Nabi itu menyebar hampir ke seluruh dunia.

Charlie Hebdo sendiri semakin memanaskan suasana. Majalah yang mengklaim beraliran satir (olok-olok) tersebut justru menerbitkan ulang kartun Nabi surat kabar Jyllands-Posten.

Halal Darahnya

Majalah Prancis beraliran satir itu pernah mematik amarah umat Islam karena menerbitkan gambar kartun yang diasosiasikan sebagai Nabi Muhammad SAW.Pada September 2012 lalu, Charlie Hebdo menerbitkan kartun yang diasosiasikan sebagai Nabi Muhammad. Hal tersebut membuat suasana saat itu semakin panas. Karena, aksi demonstrasi kala itu sedang merebak di sejumlah negara menentang penayangan film anti-Islam ‘Innocence of Muslims’.

‘’Pada 2011, kantor Charlie Hebdo pernah dilempar bom api dan situsnya dibajak setelah menerbitkan edisi ‘Charia Hebdo’ yang memuat beberapa gambar kartun Muhammad,’’ tulis Alarabiya mengutip AFP.

Stephane Charbonnier mendapat sejumlah ancaman pembunuhan. Penanggung jawab penerbitan Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Charb itu hidup dalam perlindungan pihak kepolisian.

Ketua MUI Sumbar, Buya Syamsul Bahri Khatib, memprotes peluncuran komik Nabi Muhammad SAW, yang menurut rencana dilakukan Rabu (2/1/2013). Buya mengatakan, ini benar-benar penghinaan bagi Nabi dan juga umat Islam di seluruh dunia. Penerbit koran mingguan Prancis harus bertanggung jawab.


"Sungguh sangat keji pembuat  komik Nabi Muhammad SAW. Belum puas dengan muat ulang kartun, sekarang dengan komik. Ini satu penghinaan besar," kata Buya Syamsul Bahri, Selasa (1/1/2013).

Selanjutnya, Ketua MUI Sumbar menyampaikan, secara pribadi sepakat jika yang diceritakan mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi harus objektif. Akan tetapi ia tidak menyetujui jika berbentuk gambar.

"Sejarah Nabi secara objektif bisa dibuat, tapi jika berbentuk gambar sangat menghinakan Nabi, karena Nabi insan kamil (sempurna), bukan boneka dan manusia perseorangan," ucapnya, dalam berita Padang Today.

Buya Syamsul Bahri Khatib menambahkan, ini hinaan bagi umat Islam dan bisa berdampak buruk bagi umat Islam di Indonesia secara khusus, dunia pada umumnya. Pemerintah, perwakilan umat Islam, dan masyarakat harus bersama-sama melindungi citra Nabi Muhammad SAW. Diharapkan pemerintah Indonesia dapat mengambil sikap mengenai hal ini,” katanya. Desastian/hidcom/RoL


latestnews

View Full Version