View Full Version
Rabu, 02 Jan 2013

Nyatakan Israel tak Rebut Palestina, Hamka Haq Profesor Tolol!

JAKARTA (voa-islam.com) - Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) sebagai sayap keagamaan PDIP, melalui Ketua Umumnya  menyatakan bahwa negara Zionis Israel bukan merebut wilayah Palestina tetapi kembali ke negeri lama yang ditinggalkannya.

"Jadi sejujurnya, sangat salah kalau dibilang Israel merebut negeri orang, tapi yang benar ialah Israel kembali ke negeri yang lama ditinggal," tulis Ketua Umum Bamusi, Prof. Hamka Haq di akun twitter miliknya, @hamkahaq, Jumat (28/12/2012).

...Jadi sejujurnya, sangat salah kalau dibilang Israel merebut negeri orang, tapi yang benar ialah Israel kembali ke negeri yang lama ditinggal

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Lembaga Kajian Politik & Syariat Islam (LKPSI) ustadz Fauzan Al-Anshari menilai pernyataan Prof. Hamka Haq adalah bodoh.

“ini pernyataan profesor tolol bin goblok karena menafikan sejarah dan fakta berdirinya negara Israel 1948! Sebenarnya males untuk mengomentari pernyataan konyol seperti itu, tapi saya khawatir ada orang-orang awam termakan asbunnya,” ujarnya kepada voa-islam.com, Rabu (2/1/2013).

...ini pernyataan profesor tolol bin goblok karena menafikan sejarah dan fakta berdirinya negara Israel 1948!

Ustadz Fauzan juga mempertanyakan maksud dari pernyataan Hamka, apakah untuk menunjukkan PDIP ingin bermesraan dengan Zionis?

“Yang menarik justru perlu dipertanyakan, untuk maksud apa dia ngomong gitu? Apa dia ingin menunjukkan bahwa PDIP ingin bermesraan dengan Zionis? Sebelumnya Benjamin Ketang masuk ke Gerindra dan pengusaha Yahudi Cina perantauan dukung prabowo sebagai capres! Apa PDIP ingin lebih dapat poin untuk merebut hati Zionis dan melukai perasaan kaum muslimin khususnya palestina?,” ungkap pimpinan Ponpes Ansharullah, Ciamis Jawa Barat.

 Ia juga menambahkan bahwa pernyataan itu amat memalukan. “Apa tanggapan para petinggi Hamas jika tahu celotehan profesor sontoloyo itu? Sungguh memalukan! Pakai nama Hamka haq (benar) lagi, padahal pendusta!” tegasnya. [Ahmed Widad]


latestnews

View Full Version