View Full Version
Sabtu, 16 Mar 2013

Kereta Ekonomi Non-AC Mau Dihapuskan, Tiket Naik Rakyat Kecil Menjerit

JAKARTA (voa-islam.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam waktu dekat ini akan menghapus kereta ekonomi jarak jauh non AC dan berganti menjadi ber-AC.  Konsekuensinya adalah tiketnya naik dua kali lipat. Bagi rakyat kecil yang biasa menggunakan sarana trasportasi kereta api, tentu harus merogoh koceknya lebih dalam. Kereta api yang selama ini menjadi sarana transportasi massal murah meriah, kini menjadi barang mahal.  

Seperti diungkapkan Kepala Humas PT KAI Mateta Rijalulhaq, KAI telah memaparkan rencana perubahan kereta ekonomi jarak jauh non-AC menjadi AC kepada Komisi V DPR. "Dana subsidi (public service obligation/PSO) yang diajukan Rp285 miliar dari anggaran Rp704 miliar. Dengan ketentuan, seluruh kereta api ekonomi jarak jauh berkonsep pendingin ruangan," jelasnya.

Penggunaan pendingin ruangan pada kereta ekonomi jarak jauh, kata Mateta, tentunya akan mengubah tarif.  Dalihnya untuk kenyamanan konsumen. "Misalnya tiket kereta api listrik. Harga tiket KRL akan diterapkan single class menjadi sekitar Rp 8.000 karena semuanya sudah berpendingin udara," kata Jonan di Komplek Senayan, Rabu, 13 Maret 2013.

Menurut Mateta, permintaan pengurangan dana subsisi penumpang tersebut karena pihaknya akan mengubah kereta ekonomi jarak jauh menggunakan berpendingin ruangan (AC/ Air conditioner). Dengan begitu, tarif kereta itu ikut naik dan tidak lagi menggunakan dana subsidi pemerintah.

Mateta menargetkan saat lebaran di Juli 2013 - Agustus 2013, seluruh kereta ekonomi jarak jauh sudah menggunakan AC. "Saat ini yang ber-AC sekitar 70%, sudah hampir selesai," ujarnya.

KAI juga akan menghapus kereta rel listrik (KRL) ekonomi non-AC di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) pada Juni 2013 setelah penerapan e-ticketing oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dan sterilisasi stasiun."Di Tangerang sudah tidak ada. Sekarang tinggal Bekasi dan Bogor yang masih ada," katanya.

Pihaknya menargetkan 1,2 juta penumpang sehari pada 2018 untuk wilayah Jabotabek. Saat ini, penumpang KA Jabotabek tercatat 400 ribu-500 ribu dalam satu hari dengan 451 kali perjalanan.

Sebelumnya, PT Kereta Api telah menghapus sistem tiket berlangganan (abonomen) untuk Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek. Penghapusan tiket abonemen berlaku 2011 lalu. Hidup di Jakarta semakin berat saja. Terutama bagi rakyat kecil. [desastian]

 


latestnews

View Full Version