View Full Version
Kamis, 18 Apr 2013

Ingkar Janji Bongkar Tempat Maksiat, FPI Ingin Seret Walikota Depok

DEPOK (voa-islam.com) - Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Depok, Habib Idrus Al-Gadri geram lantaran kafe-kafe tempat maksiat selalu gagal dibongkar oleh aparat Pemda.

Padahal Pemda telah menjajikan akan melakukan pembongkaran pada Senin 15 April 2013, namun ternyata aparat mengingkari janjinya.

“Kita sudah pernah kasih ultimatum dari tanggal 15 Maret 2013 sampai 15 April 2013 untuk membongkar tempat-tempat maksiat itu, mereka kuat karena dari dulu dibekingi oleh pihak-pihak tertentu. Pada tanggal 15 April 2013 kita dapat kabar akan dibongkar langsung oleh Pemda, kemudian ditunda hari Rabu (17/4/2013) karena Nur Mahmudi belum tanda tangan,” kata Habib Idrus Al-Gadri kepada voa-islam.com, Kamis (18/4/2013).

...Kita datangi Nur Mahmudi, maksudnya kita mau seret, saya mau tarik bawa dia ke Pondok Rangon, tapi dia ngga mau keluar

Tuntutan pembongkaran tempat-tempat maksiat sudah sering disampaikan FPI Depok yang dilakukan melalui dialog bersama aparat terkait, namun begitu kecewanya Habib Idrus lantaran tempat-tempat maksiat itu malah tak disentuh aparat.

“Jauh sebelum itu kan kita sudah dialog, katanya akan ditutup, akan dibongkar kemudian diundur lagi tiga minggu, itu jauh hari sebelumnya. Sebab kita juga sering dialog dengan pak Wakil Walikota, pak Kapolres tapi sampai sekarang tidak disentuh,” ujarnya.

Kekecewaan FPI Depok akhirnya memuncak ketika pada Rabu kemarin yang batas waktu yang telah dijanjikan aparat untuk membongkar tempat maksiat urung dilakukan.

Habib Idrus bersama rombongan FPI langsung menggeruduk kantor Walikota Depok bahkan sempat menggedor pintu ruangan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail. Niatan FPI ingin menyeret Walikota Depok agar melihat begaimana kemaksiatan itu begitu marak di kawasan Pondok Rangon, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis.

“Kita datangi Nur Mahmudi, maksudnya kita mau seret, saya mau tarik bawa dia ke Pondok Rangon, tapi dia ngga mau keluar,” tegasnya. [Ahmed Widad]


latestnews

View Full Version