View Full Version
Jum'at, 19 Apr 2013

Konglomerat Kapitalis Seperti Sofjan Wanandi Jadikan Rakyat Miskin

JAKARTA (voa-islam.com) - Selain mengecam pernyataan Sofjan Wanandi yang begitu kurang ajar dan tak tahu diri, pengamat Kontra-Terorisme, Harits Abu Ulya mengungkapkan bahwa sejatinya para konglomerat kapitalis seperti Sofjan itulah yang telah membuat rakyat Indonesia miskin.

“Justru umat perlu sadar dan tahu, para konglomerat-kapitalis seperti Sofjan dan gengnya yang telah menjadikan rakyat Indonesia terpuruk dalam jurang kemiskinan dan kebodohan. Kenapa demikian? Dalam ruang sistem politik demokrasi memberikan peluang kepada para kapital besar untuk bermain dan mengendalikan semua kebijakan strategis yang terkait sektor politik ekonomi, politik energi, politik sumber daya alam,” kata Harits Abu Ulya, kepada voa-islam.com, Jum’at (19/4/2013).

...para konglomerat-kapitalis seperti Sofjan dan gengnya yang telah menjadikan rakyat Indonesia terpuruk dalam jurang kemiskinan dan kebodohan...

Para konglomerat kapitalis itu pula yang ternyata menentukan jadi atau tidaknya seseorang menjadi penguasa melalui kekuatan uang.

“Kompensasinya adalah mereka bebas menghisap semua harta kekayaan rakyat dan negara seenak perut mereka. Melalui kebijakan-kebijakan penguasa yang sejatinya adalah pesanan para konglomerat jahat ini,” ungkapnya.

Hal itulah yang menyebabkan kekayaan negeri ini hanya berkumpul di segelintir konglomerat kapitalis. Sementara sebagian besar rakyat Indonesi menjadi miskin.

“Lihatlah! Kekayaan Indonesia hanya berkumpul kepada segelintir orang konglomerat, tatanan ekonomi kapitalistik yang menjadikan sebagian besar rakyat Indonesia menjadi miskin dan tidak mampu mengenyam pendidikan dengan baik,” jelasnya.

...tidak ubahnya seperti penjahat besar yang bertopeng ‘pahlawan’, ini pandangan lacut  seorang Sofyan Wanandi

Kalau logikanya Sofjan itu benar, maka para konglomerat seperti dia dan gengnya adalah produsen dari ‘terorisme’.

“Oleh karena itu, pernyataan Sofjan Wanandi ini tidak ubahnya seperti penjahat besar yang bertopeng ‘pahlawan’, ini pandangan lacut  seorang Sofyan Wanandi,” pungkasnya. [Ahmed Widad]


latestnews

View Full Version