View Full Version
Sabtu, 20 Apr 2013

Bagaimana Anis Mata Ingin Menjadikan PKS Ruh Baru Indonesia?

Jakarta (voa-islam.com) Di tengah gemuruh dan menyeruaknya korupsi yang sudah sangat sistemik, dan melibatkan hampir seluruh tokoh partai-partai politik, dan banyak tokoh partai politik yang sudah terjerat kasus korupsi.

Tak ada lagi partai politik yang bersih dan kalis dari korupsi. Tetapi, tiba-tiba secara retoris Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Mata mengajak kadernya bangkit menciptakan generasi baru di Indonesia.

"Sebab, tahun 2013, sebagai tahun politik menjelang pemilu 2014", ungkap Anis.

Ajakan itu disampaikan Presiden PKS, Anis Matta, saat memberikan orasi politik dan kebangsan dalam rangka perayaan hari lahir atau Milad PKS ke-15 tahun di gedung Merapi PRPP Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/4/2013).

"Kita semua ini ruh generasi baru Indonesia, jadi mari kita tanamkan cinta kerja dan harmoni untuk bangkit," kata Anis.

Diketahui, PKS telah merayakan Milad ke-15 tahun di kota Semarang disertai dengan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) sejak tanggal 18-20 April 2013.

Dibagian lain, ribuan kader PKS memenuhi gedung Merapi PRPP, Semarang dan memeriahkan dengan penuh semangat riang gembira dalam suasana berkah hari lahirnya partai tersebut. Seluruh kader mengibarkan bendera partai atau atribut. Hadir juga Hidayat Nur Wahid, Ahmad Heryawan atau Aher Gubernur Jawa Barat serta majelis syuro.

Sedihnya, justeru PKS yang dulunya menggunakan jargon : "bersih, peduli, dan profesional", sekarang sesudah gerakan dakwah yang menjelma menjadi gerakan politik, dan partai politik itu, hanya dalam waktu sepuluh tahun atau satu dekade, PKS sudah ibaratnya "coreng-moreng" wajahnya oleh korupsi.

Di Semarang saat berlangsung milad, dan lahir jargon baru dengan tiga kata :"Cinta, Kerja, dan Harmoni". Entah apa tujuan dengan jargon yang baru itu, mungkin sebagai titik tolak dalam  gerakan yang ingin dibangun. Meskipun, sebenarnya, tak lebih dari sekadar retorika belaka.

Anehnya,justeru  tak kurang mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishak, sekarang ditahan di RTM (Rumah Tahanan Militer), akibat dugaan kasus korupsi dan pencucian uang, serta carut marut di Departemen Pertanian, soal import daging sapi.

Anis Mata selaku Sekjen PKS, dan sekarang menjadi Presiden PKS, menggantikan Lutfhi Hasan Ishak juga pernah diperiksa KPK, atas pengakuan Wa Ode Ida, yang terkait dengan dana pembangunan infra struktur daerah, saat Anis menjadi Wakil Ketua DPR, yang membidangi  Anggaran.

Sekjen PKS yang baru, Taufiq Ridho juga mendapatkan giliran diperiksa KPK. Bendahara PKS Mahfudzi Abdurrahman, juga diperiksa KPK, hampir sembilan jam. Menteri Pertanian Siswono juga mendapatkan giliran diperiksa KPK, terkait import daging sapi. Tamsil Linrung dari FKS, yang menduduki tempat di Banggar, tak  luput dari pemeriksaan KPK.Jazuli Jawaini yang membidangi Departemen Ekonomi PKS, juga mendapat kesempatan diperiksa KPK.

Tentu, drama antara PKS dan KPK itu, masih akan terus berlanjut, terkait dengan korupsi. Bahkan, anak Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, yaitu Ridwan Hakim yang dipanggil Iwan, pernah mendapatkan giliran diperiksa KPK. Meskipun, sebelumnya mangkir atas panggilan KPK, dan pergi ke Turki.

Tak kalah pentingnya lagi, salah seorang anggota FKS dan anggota Majelis Syuro PKS, Arifinto, menjadi buah-bibir, dan menjadi pemberitaan media massa yang sangat luas, di mana saat paripurna, dan hari Jum'at, terlihat oleh wartawan foto,  Arifinto sedang menikmati gambar "porno" lewat IPadnya. Arifinto salah satu pendiri PKS, dan anggota senior di partai itu.Dan, wartawan foto sebuah media di Jakarta, berhasil  mengabadikan 76 gambar, yang dinikmati oleh Arifinto saat paripurna.

Terasa indah ajakan Presiden PKS Anis Mata, dan ingin menjadikan PKS sebagai "ruh baru" bagi bangsa Indonesia. Tetapi, prakteknya dan kenyataannya, baru sepuluh tahun atau satu dekade, PKS sudah mengalami krisis para elite, dan tidak tahan dengan kekuasaan, dan banyak yang menjadi langganan KPK. af/hh/inlh.


latestnews

View Full Version