View Full Version
Selasa, 14 May 2013

Ustadz Abu Fati'ah : Said Aqil Siradj Tak Layak Jabat Ketum PBNU

SOLO (voa-islam.com) – Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), Prof. Dr. Said Aqil Siradj yang menuduh KH. Abu Bakar Ba'asyir sebagai Khawarij dinilai oleh Ustadz Abu Fati’ah Al-Adnani sebagai suatu hal yang bisa memecah belah persatuan umat Islam.

Statemen yang dilontarkan saat “Dialog Ormas-Ormas Islam dalam Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang diselenggarakan oleh Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/5/2013) itu menurut Ustadz Abu Fati’ah juga tidak mencerminkan sikap santun warga Nahdlatul Ulama (NU) terhadap seorang ulama sepuh.

“Terlepas dari bagaimana sepak terjangnya, dimata kalangan warga Nahdliyin Ustadz Abu (Bakar Ba'syir -red) mempunyai tempat tersendiri dihati mereka,” ujarnya kepada voa-islam.com di Solo, Jawa Tengah pada Selasa (14/5/2013).

Lebih lanjut, pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Simo Boyolali, Jawa Tengah ini mengungkapkan kekagumannya kepada warga NU ketika Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengisi pengajian dikomunitas NU. Saat itu warga NU menyambut baik dan penuh hangat kehadiran ulama kelahiran Jombang tersebut ditengah-tengah mereka.

...Terlepas dari bagaimana sepak terjangnya, dimata kalangan warga Nahdliyin Ustadz Abu (Bakar Ba'syir -red) mempunyai tempat tersendiri dihati mereka...

Apalagi sepengetahuan dirinya, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga dekat dengan beberapa kyai sepuh NU seperti almarhum KH. Abdullah Faqih, pimpinan ponpes Langitan Tuban Jawa Timur. Maka dia menilai sikap dan statemen Said Aqil Siradj yang begitu arogan dan sering mencetuskan ucapan melecehkan Islam tak bisa dibiarkan begitu saja.

“Dengan pernyataan Said Aqil yang seringkali seperti itu, pengurus NU seyogyanya segera mengambil sikap tegas pada dirinya. Sebab, sudah tak layak lagi dia itu memimpin ormas terbesar di Indonesia itu,” tegas Abu Fati'ah yang juga hidup ditengah-tengah keluarga NU dan Muhammadiyah ini.

“Sudah saatnya para kyai sepuh dalam jajaran NU untuk mempertimbangkan kembali kapasitas dan posisi Said Aqil menjadi Ketum PBNU. Jangan sampai citra NU rusak gara-gara statemen Said Aqil yang sering berseberangan dengan karakter Islam,” tambahnya. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version