View Full Version
Rabu, 15 May 2013

Saksi Mata: Wajah Abu Roban Ditutup Kain & Dilakban Densus Dengan Erat

BATANG (voa-islam.com) – Meski sudah ditembak tiga kali di kaki, tangan dan tubuhnya tanpa adanya perlawanan, Densus 88 justru tidak segera membawa Untung Hidayat alias Abu Roban ke rumah sakit terdekat. Tak hanya itu saja, kebrutalan Densus 88 masih berlangsung dengan begitu keji ketika sudah terjatuh, Abu Roban masih ditendang dan di injak-injak oleh Densus 88.

“Saat itu setelah ditembak dan terjatuh, dia (Abu Roban -red) masih ditendangi dan diinjak-injak sama Densus mas,” kata Pak Joko (nama samaran) kepada voa-islam.com di Batang, Jawa Tengah, pada Senin (13/5/2013).

...Saat itu setelah ditembak dan terjatuh, dia (Abu Roban -red) masih ditendangi dan diinjak-injak sama Densus...

Menurut Pak Joko yang merupakan salah satu dari beberapa saksi mata yang melihat langsung kejadian penangkapan Supiyanto (adik Abu Roban) dan penembakan terhadap Abu Roban, kekejian dan kesadisan Densus 88  tidak berhenti sampai disitu. Sebelum Abu Roban dimasukkan kedalam mobil, seluruh wajah dan kepala Abu Roban ditutup dengan kain hitam dan dilakban sangat erat sekali.

“Jadi setelah ditembak itu dia (Abu Roban -red) masih hidup, saya yakin dia masih hidup. Soale dia masih gerak-gerak dan melakukan sedikit perlawanan meskipun tangannya sudah diikat kebelakang. Tapi sebelum dinaikkan ke mobil itu, muka dia ditutupi dengan kain hitam dan dilakban dengan sangat erat sekali. Jadi dugaan saya terbunuhnya itu bisa saja karena tak bisa nafas mas,” jelasnya.

...Sebelum dinaikkan ke mobil itu, muka dia ditutupi dengan kain hitam dan dilakban dengan sangat erat sekali. Jadi dugaan saya terbunuhnya itu bisa saja karena tak bisa nafas...

Saat ditanya apakah yang dilakban itu matanya saja atau seluruh mukanya? Pak Joko-pun kembali menegaskan bahwa yang dilakban itu adalah mukanya, bukan matanya. “Yang dilakban adalah seluruh mukanya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abu Roban merupakan salah satu dari beberapa terduga teroris yang dibunuh Densus 88 dalam operasi penggerebekan teroris disejumlah daerah di Indonesia. Saat itu Abu Roban hendak menuju bengkel motor yang tak jauh dari rumah kontrakannya untuk menservis kendaraannya yang ditemani  adiknya, Supiyanto. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version