View Full Version
Selasa, 18 Jun 2013

Din Syamsuddin Kecewa: Parpol Islam Bergabung dengan Koalisi Sesat

JAKARTA (voa-islam.com) –Dalam Pengajian Politik Islam (PII) di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (16/6), Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin menegaskan, sebelum pemilu 2004 ia pernah mendorong parpol-parpol Islam dan Parpol berbasis massa Islam supaya bersatu, namun sayangnya hal itu tak bisa terjadi. Malah mereka ramai-ramai berkoalisi dengan orang dan Partai yang sekarang menjadi penguasa.

"Kalau mereka bersatu bisa mencalonkan presiden dari umat Islam sendiri. Gabungannya lebih dari 25 persen. Karena parpol Islam tak mau berkoalisi,  jadilah koalisi yang sekarang ini. Saya menyebutnya sebagai koalisi sesat. Latajtamiu umati ala dholal. Apa yang mereka tampilkan semua pro rakyat, tapi memilih opsi yang tak sesuai dengan aspirasi rakyat. Ini koalisi sesat," kata Din.

Karena itu, dari atas Mimbar Masjid Agung al-Azhar, Din menyerukan kembali supaya parpol Islam dan berbasis massa Islam bersatu kembali dalam sebuah koalisi strategis. "Sekarang saya dorong bersatulah. Demi kepentingan umat Islam," serunya.

Menurut Din, jumlah umat Islam di dunia sekitar 1,5 milyar. Dari jumlah yang sangat besar itu sekitar 207 juta berada di Indonesia. Artinya jumlah umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Tapi sayangnya, jumlah umat Islam yang mayoritas itu belum menjadi faktor penentu dalam kehidupan politik.

"Umat Islam mayoritas tapi belum menjadi faktor penentu dalam politik, karena itu pengkajian politik Islam sangat penting dan harus didukung," kata Din Syamsuddin.

Din menyebut hal itu sebagai kesenjangan antara cita-cita politik dengan realitas umat Islam. "Kegiatan ini penting, kita hadiri terus menerus. Harus mampu membawa perubahan. Sayang 207 juta umat Islam belum mampu menentukan politik nasional," lanjutnya.[desastin]

 


latestnews

View Full Version