View Full Version
Selasa, 02 Jul 2013

Mayoritas Warga Muslim Rejoso Menolak Gereja Ilegal Griya Samadi

KLATEN (voa-islam.com) – Penolakan warga muslim desa Rejoso kecamatan Jogonalan terhadap tempat ibadah liar Griya Samadi milik Gregorius Utomo atau yang akrab disapa Romo Tomo yang beragama Kristen di dukuh Rejoso Rt. 02/Rw. 06 desa Rejoso kecamatan Jogonalan kabupaten Klaten Jawa Tengah ternyata sangat beralasan sekali.

Pasalnya, mayoritas penduduk desa Rejoso hampir 85 % warganya beragama Islam, sedangkan 15 % lainnya non muslim.

Dari 15 % itupun tidak semuanya beragama Kristen. Ada yang beragama Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu dan Budha. Namun setelah disegel Satpol PP, mayoritas warga muslim bersyukur.

“Warga disini (desa Rejoso -red) itu mayoritas beragama Islam mas. Mungkin hampir 85 % Islam. sedangkan yang 15 % itu warga non muslim. Itupun tidak Kristen semua, ada yang Hindu, Katholik dan Budha,” kata Bu Aminah (nama samaran), salah satu warga Rejoso kepada voa-islam.com pada Senin (1/7/2013) di desa Rejoso.

...Warga disini (desa Rejoso -red) itu mayoritas beragama Islam mas. Mungkin hampir 85 % Islam. sedangkan yang 15 % itu warga non muslim. Itupun tidak Kristen semua, ada yang Hindu, Katholik dan Budha...

Sementara itu, jumlah warga di Rw. 06 dimana tempat ibadah liar Griya Samadi berada yang beragama Kristen hanya ada 5 Kepala Keluarga (KK).

Satu KK beragama Kristen Protestan, dan 4 KK beragama Kristen Katholik. Romo Tomo dan Sukamti, adik iparnya Romo Tomo termasuk yang beragama Katholik.

“Kalau jumlah orang Kristen di desa Rejoso itu kurang lebih ada seratusan orang mas. Tapi kan disini itu satu dukuh dengan dukuh lainnya jauh, jadi mereka gak pernah kesini," ungkapnya.

"Sedangkan warga Kristen di RW sini itu hanya ada 5 KK saja, Kristen satu dan Katholiknya 4 KK,” ujar ibu rumah tangga yang rumahnya tak jauh dari Griya Samadi ini.

...Kalau jumlah orang Kristen di desa Rejoso itu kurang lebih ada seratusan orang mas. Tapi kan disini itu satu dukuh dengan dukuh lainnya jauh, jadi mereka gak pernah kesini. Sedangkan warga Kristen di RW sini itu hanya ada 5 KK saja, Kristen satu dan Katholiknya 4 KK...

Senada dengan Bu Aminah, Pak Adam (nama samaran) salah satu warga dukuh Rejoso mengungkapkan penolakannya terhadap Griya Samadi ini.

Menurut pria yang punya kumis tipis ini, warga menolak adanya tempat ibadah liar Griya Samadi karena sering dibohongi. Selain itu, bangunan tersebut awalnya bukan untuk tempat ibadah.

“Jadi rumah itu emang sering di pakai untuk kumpulan orang-orang Kristen dan Romo Tomo juga sudah ijin sama warga sekitar. Tapi Romo Tomo bilangnya ke warga itu untuk sosialisasi HUT ortunya atau apa gitu lho mas. Dan kalau kumpulan itu mobil yang parkir sampai panjang dijalan ini,” ungkapnya.

“Tapi kurang lebih satu tahun belakangan ini ada yang aneh. Bangunan yang ada dibelakang rumah itu diperluas dan menurut tukang bangunan yang mengerjakannya seperti sebuah gereja. Nah, hal inilah yang memicu kemarahan warga dan mengundang protes serta penolakan warga,” tandasnya. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version