View Full Version
Senin, 15 Jul 2013

Ditanya Soal Kekafiran Bashar Assad, Ustadz Mudzakkir: Saya Tak Kenal

SOLO (voa-islam.com) – Saat menyampaikan kajian “KEUNGGULAN SUNNI TERHADAP SYI’AH” di masjid Istiqlal Sumber Solo Jawa Tengah, pada Jum’at (12/7/2013) malam, ustadz Mudzakkir hanya menjelaskan perbedaan antara ahlu sunnah dan Syi’ah dalam hal fiqh belaka.

Pimpinan Ponpes Al Islam Gumuk Solo ini memaparkan, kaum muslimin di seluruh dunia terbagi dalam berbagai madzab fiqih dan aqidah. Sebagaian besar madzhab fiqh di seluruh dunia, kata ustadz Mudzakkir adalah ahlu sunnah, meski ada sebagian kecil madzab yang lainnya.

Madzab fiqih menurut ahlus sunnah terbagai menjadi empat, yakni Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hambali. Dari empat madzab fiqih ini ada 3 yang ahli hadits yaitu Maliki, Syafi’i dan Hambali. Mayoritas aqidah ahlus sunnah adalah Asy’ariyah, sedangkan Syi’ah berpaham Mu’tazilah.

Tak puas dengan pernyampaiannya selama 50 menit itu, para jama’ah yang hadir kemudian “menghujani” ustadz Mudzakkir saat sesi tanya jawab dengan sejumlah pertanyaan yang lebih mengarah, terkait berbagai issue yang selama ini berkembang di dunia nyata maupun dunia maya.

...Kemudian tentang Bashar Assad, kalau saya lebih suka menjawab secara sederhana saja. Kalau saya belum pernah ketemu Bashar Assad, repot ngomong, ngomong elek gunane opo (bicara jelek gunanya apa -red), ngomong baik dasarnya apa...

Giyanto, yang berkesempatan menjadi penanya pertama meminta penjelasan ustadz Mudzakkir soal perbedaan aqidah yang paling mendasar antara ahlu sunnah dengan Syiah. Sebab, saat penyampaian materi, ustadz Mudzakkir tidak membahas hal itu.

“Tentang aqidah Syi’ah, yang jelas itu ya yang agak jauh, kalau tidak hampir-hampir berlawanan dengan kita. Karena kalau sudah tadi dikatakan, kalau kita menganggap bahwa yang ma’sum itu adalah hanya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam,” katanya.

“Tetapi kalau mereka, kalangan Syi’ah, saudara-saudara kita dari kalangan Syi’ah itu berkata bahwa imam-imam mereka itu ma’sum, tidak salah (menurut Syi’ah -red). Karena itulah apa yang dikatakan oleh imam-imam mereka, menurut mereka kedudukannya seperti kita menghadapi hadits kita,” imbuhnya.

“Kan kita tidak, perkataan-perkataan yang dikeluarkan oleh imam Ja’far Shodiq misalnya, sebagus apapun juga, bukan apa-apa dibandingkan dengan sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, menurut kita begitu, karena itu bukan hadits, termasuk maktub, walaupun dia gurunya imam Abu Hanifah dan imam Malik” tegasnya.

...Jadi saya kira tidak ada perlunya, yang kepengen kenal silahkan kenalan sendiri saja. Buat saya, nothing, Bashar Assad itu, yaa...

Pria asal Semanggi Pasar Kliwon Solo ini juga bertanya bagaimana padangan ustadz Mudzakkir terhadap kekejaman rezim Syi’ah Bashar Assad dalam menindas dan membantai umat Islam di Suriah. Menurut mayoritas ulama dunia yang kemarin berkumpul di Mesir, kata Giyanto, Bashar sudah Kafir.

“Kalau dalam pandangan ustadz Mudzakkir sendiri, apakah Bashar Assad Kafir?,” tanya Giyanto. Tapi, bukannya dijawab dengan tegas apakah Bashar Assad Kafir atau tidak, jawaban ustadz Mudzakkir justru saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu.

“Kemudian tentang Bashar Assad, kalau saya lebih suka menjawab secara sederhana saja. Kalau saya belum pernah ketemu Bashar Assad, repot ngomong, ngomong elek gunane opo (bicara jelek gunanya apa -red), ngomong baik dasarnya apa,” ujarnya.

“Jadi saya kira tidak ada perlunya, yang kepengen kenal silahkan kenalan sendiri saja. Buat saya, nothing, Bashar Assad itu, yaa,” cueknya.

...Namanya sich mujahidin, ya baik mujahidin. Cuma, apa yang terjadi disana? Beberapa waktu yang lalu, harinya hari Rabu yaa, ada dibuka diskusi di Jakarta, kebetulan saya hadir sebagai hadirin, tidak sebagai pembicara, disana yang berbicara diantaranya dr. Joserizal (Mer-C -red)...

Dalam pertanyaan selanjutnya, Giyanto meminta pandangannya terhadap konflik yang terjadi di Suriah dan posisi para lawan-lawan Bashar Assad baik dari kalangan mujahidin lokal maupun internasional.

“Kemudian dengan mujahidin, namanya sich mujahidin, ya baik mujahidin. Cuma, apa yang terjadi disana? Beberapa waktu yang lalu, harinya hari Rabu yaa, ada dibuka diskusi di Jakarta, kebetulan saya hadir sebagai hadirin, tidak sebagai pembicara, disana yang berbicara diantaranya dr. Joserizal (Mer-C -red) dan yang lainnya,” ucapnya.

“Itu disana dibeberkan, ternyata di Suriah itu banyak faksi, yang berhadapan dengan pihak Bashar Assad ini. Yaa, faksi ini ya ada yang baik dan ada yang tidak baik. Diakui juga diantaranya juga mendapatkan bantuan dari Amerika, dan juga bisa kita baca di koran dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Jadi, saya kira kalau saya sendiri berpendapat, sesuatu yang tidak jelas kepada kita, lebih baik kita tidak membikin  sesuatu keputusan,” tambahnya.

...Itu disana dibeberkan, ternyata di Suriah itu banyak faksi, yang berhadapan dengan pihak Bashar Assad ini. Yaa, faksi ini ya ada yang baik dan ada yang tidak baik. Diakui juga diantaranya juga mendapatkan bantuan dari Amerika...

“Maka pada waktu ada demo di sini (di Solo -red), demo Suriah saya mengusulkan, saya mau (ikut dan gabung -red) tapi saya kira menolong korban saja, kita jangan ikut menyerang sana menyerang sana. Kalau ada yang menyerang sana menyerang sana, karena saya keterbatasan informasi, saya ya tidak berani ikut,” ungkapnya.

“Tapi kalau untuk membantu korban-korban peperangan, dari pihak manapun juga kita sepakat. Kami juga mengirimkan beberapa bantuan lewat Mer-C pada waktu itu, gitu yaa, mudah-mudahan jawaban ini cukup melegakan,” tandasnya.

Akan tetapi, mayoritas jama’ah yang hadir merasa heran dengan apa yang disampaikan oleh ustadz Mudzakkir. Pasalnya, hingga saat ini Mer-C maupun dr. Joserizal belum pernah mengirim bantuan kemanusiaan dan terjun langsung ke Suriah untuk membantu rakyat dan kaum muslimin.

...Maka pada waktu ada demo di sini (di Solo -red), demo Suriah saya mengusulkan, saya mau (ikut dan gabung -red) tapi saya kira menolong korban saja, kita jangan ikut menyerang sana menyerang sana...

...Kalau ada yang menyerang sana menyerang sana, karena saya keterbatasan informasi, saya ya tidak berani ikut. Tapi kalau untuk membantu korban-korban peperangan, dari pihak manapun juga kita sepakat. Kami juga mengirimkan beberapa bantuan lewat Mer-C pada waktu itu...

Hal ini seperti dikatakan Deny, salah satu jama’ah kepada voa-islam.com seusai kajian berlangsung. Deny juga merasa kecewa terkait jawaban ustadz Mudzakkir yang terkesan muter-muter dan “mbulet”. Sebab, ustadz Mudzakkir jelas mengatakan siapapun Kafir bila meyakini bahwa Al Qur'an ada perubahan.

Ustadz Mudzakkir juga menegaskan siapapun Kafir bila meyakini ada yang ma'sum selain Nabi Saw. Sedangkan, Bashar Assad yang sudah sangat jelas menyatakan dirinya sebagai Tuhan dan bahkan, Al Qur'an surah Al Ikhlas juga dirubah menjadi surah "Al Assad".

Kalangan Syi’ah sekarang ini juga menyatakan bahwa Al Qur’an tidak asli lagi. Namun ustadz Mudzakkir mengatakan dirinya tidak bisa mengkafirkan Syi'ah termasuk Bashar Assad dengan berbagai alasan. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version