View Full Version
Ahad, 21 Jul 2013

Desak Voa-Islam dan Situs Jihad Ditutup, Eva Sundari PDIP Berhalusinasi

JAKARTA (voa-islam.com) – Desakan PDIP kepada Menkominfo untuk memblokir situs-situs Islam pro-jihad adalah halusinasi dan salah alamat.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendesak meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring  untuk segera menutup situs-situs beraroma radikalisme dan kekerasan.

Usulan itu menyusul insiden bom panci di Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. “Saya berharap Menkominfo serius merespon kejadian pengeboman di Tasik, karena berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kementriannya,” kata anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari dalam siaran persnya, Sabtu (20/7/2013).

Eva menduga, aksi itu meniru adegan di situs Inspire Magazine milik Alqaeda

“Ada dugaan pelaku mendapat ide dari situs Inspire Magazine Alqaeda, yang mengajarkan pembuatan bom panci pakai pressure cooker. Hal yang juga telah menginspirasi pelaku bom Boston marathon,” tutur Eva yang juga Angota kehormatan organisasi Waria itu.

...Eva bahkan menuding situs-situs jihad itu lebih berbahaya daripada situs pornografi...

Selain itu, Eva juga mendesak Menkominfo untuk memblokir situs-situs Islam pro jihad yang ditudingnya sebagai situs radikal, antara lain voa-islam.com dan arrahmah.com.

“PDIP sangat berharap agar Menkominfo menutup situs-situs yang sudah meresahkan masyarakat dan aktivis-aktivis anti-kekerasan karena mengajarkan radikalisme, seperti Al Busroh.com, millahibrahim.wordpress.com, Millahibrahim.com, Arrahmah.com, VOI-voice of islam, jihat.com, dan tauhid wal jihat, yang bisa mendorong apa yang disebut self- radicalism (radikalisasi sukarela), dan mengantar seseorang mengambil tindakan radikal termasuk membuat bom,” papar Eva. “Tauhid wal jihat yang bisa mendorong apa yang disebut self- radicalism dan mengantar seseorang mengambil tindakan radikal termasuk membuat bom,” imbuhnya.

Eva bahkan menuding situs-situs jihad itu lebih berbahaya daripada situs pornografi, karena berdampak pada kerusakan jiwa para generasi muda. “Tapi, yang lebih bahaya adalah dampak tindakannya yang mendatangkan kerusakan yang luas, dan bahkan penghilangan nyawa banyak orang. Ini harus dicegah dan dihindarkan untuk terjadi demi hak rakyat atas rasa aman,” tandasnya.

...Eva Sundari sedang berhalusinasi. Mana ada situs AlBusroh.com, jihat.com dan Millahibrahim.com?...

Menanggapi desakan PDIP itu, Pemred voa-islam.com berkomentar santai. Menurutnya, data yang disampaikan Eva Sundari itu tidak valid, jadi tidak tidak usah ditanggapi serius.

“Hahaha... Eva Sundari sedang berhalusinasi. Mana ada situs AlBusroh.com, jihat.com dan Millahibrahim.com? Silahkan diklik kedua situs itu. Semuanya tidak aktif,” ujar M Abdul Gani sambil tertawa terpingkal-pingkal, Ahad (21/7/2013). “Kalau situsnya tidak aktif, buat apa PDIP mendesak Menkominfo memblokir situs itu? Eva Sundari ngelindur, atau mungkin mengklik situs-situs itu dari planet Pluto kali,” sindirnya.

Mengenai tuduhan terhadap voice of al-islam, Gani balik menuding Eva Sundari sebagai orang yang gaptek. “Sebagai orang yang mengaku 'anggota dewan yang terhormat,' seharusnya Eva Sundari tidak gaptek supaya tidak mengumbar tuduhan yang salah secara serampangan. Tudingan kepada VOI-voice of islam sebagai situs teroris ini juga tidak tepat. Karena di dunia maya, voiceofislam adalah situs radio milik sekte sesat Ahmadiyah,” ujarnya.

Selain tidak valid, menurut Gani, tuntutan Eva Sundari juga salah alamat. “Kalau yang dimaksud adalah situs voa-islam.com dan arrahmah.com, saya yakin Menkominfo Tifatul Sembiring tidak akan merespon. Karena pemblokiran media itu bukan domain Menkominfo, tapi wewenang Dewan Pers. Tuntutan PDIP kepada Menkominfo itu salah alamat. Cah gemblung iki!” pungkasnya.

Dalam penelusuran voa-islam.com, saat berita ini ditulis, beberapa situs yang diminta blokir oleh PDIP itu memang tidak aktif (not found).

Situs AlBusroh.com, ketika diklik hanya tampil peringatan “server not found!” Sedangkan situs millahibrahim.com dan jihat.com, kedua domain ini sama sekali tidak mengajarkan radikalisme, karena berstatus “for sale” alias dilelang. Bila diklik, jihat.com menampilkan pesan “The domain jihat.com may be for sale. Click here for details.”

Millahibrahim.com juga sedang dilelang dengan bandrol $2.295 atau sekitar Rp 22 juta. Bila diklik, situs ini menampilkan pesan: “Millahibrahim.com is for sale. Click here to buy Millahibrahim.com for $2,295. Call us for more information: 1-303-893-0552.” [bornaskopen]


latestnews

View Full Version