View Full Version
Senin, 22 Jul 2013

Munarman: Desak Penutupan Situs Islam, Eva Sundari Jalankan Agenda Zionis

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) bidang Nahi Munkar, Munarman SH menanggapi sikap politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari. Menurut Munarman, Eva yang bersuamikan Dubes Timor Leste berada di bawah kendali asing dan menyusup di partai nasionalis.

Hal itu disampaikan Munarman terkait desakan Eva Kusuma Sundari yang meminta Kemenkominfo menutup situs-situs Islam seperti voa-islam.com, arrahmah.com dan lain-lain.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, suaminya Dubes Timor Leste di Malaysia dan kafir. Artinya dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya sebagai agen asing tidak terdeteksi,” ungkap Munarman kepada voa-islam.com, Ahad (21/7/2013).

Lebih jauh Munarman menjelaskan, Eva dulu pernah bekerja dengan LSM asing, maka tak heran jika Eva bekerja untuk menghancurkan fondasi Islam termasuk bersikeras menutup situs-situs Islam yang merupakan agenda Zionis.

“Dia dulunya bekerja sebagai agen asing yang menggunakan cover Funding Agency, Asia Foundation, makanya misinya menghancurkan fondasi Islam yang menjadi pedoman banyak kalangan muda dan saat ini dakwah melalui media online menjadi salah satu agenda yang harus dihancurkan berdasarkan agenda global Zionis internasional,” jelasnya.

Dia dulunya bekerja sebagai agen asing yang menggunakan cover Funding Agency, Asia Foundation, makanya misinya menghancurkan fondasi Islam...

Eva jelas memiliki standar ganda dalam bersikap. Di satu sisi ia seolah begitu menyoroti umat Islam, ia gencar mendesak pembubaran gerakan Islam seperti FPI, termasuk mengaitkan pemberitaan situs-situs Islam dengan radikalisme.

Namun, di sisi lain ia tak pernah bersuara terkait pelanggaran HAM Densus 88, pembakaran masjid di Porsea termasuk sikap pecalang-pecalang di Bali yang bisa seenaknya menutup fasilitas publik saat hari raya nyepi.

“Eva itu tidak pernah mau komentar terhadap masjid yang dibakar orang kafir di Porsea, padahal dia tahu persis, juga tidak pernah komentar terhadap pelanggaran HAM berat oleh Densus 88, juga tak pernah komentar terhadap tindakan main hakim sendiri pecalang-pecalang di Bali yang menutup seluruh tempat hiburan dan fasilitas publik lainnya. Karena memang dia ditugaskan oleh pihak asing khusus untuk merecoki umat Islam,” tegasnya. [Ahmed Widad]


latestnews

View Full Version