View Full Version
Rabu, 14 Aug 2013

Warga Lamongan Dihasut Preman Untuk Serang Aktivis Islam

Oleh : Al-Faqir R.E

VOA-ISLAM.COM - Sejak menjelang bulan suci Ramadhan hingga bulan Syawwal 1434 H ini, sejumlah aktivis Islam yang mengaku dari Front Pembela Islam (FPI) Lamongan Jawa Timur gencar melakukan monitoring ke berbagai tempat maksiat dan menutup sejumlah tempat agen penjualan miras di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Aksi ini di lakukan karena aparat yang berwenang tidak berupaya menindak tempat masiat dan sejumlah agen minuman keras (miras) yang sangat mengganggu ketenangan umat Islam dalam beribadah.

Bentrokan antara “FPI dan warga” yang di hasut preman yang tidak terhindarkan beberapa waktu lalu (12/8/2013) dipicu dari aksi penganiayaan seorang preman terhadap seorang istri aktivis Islam yang diduga sebagai anggota FPI.

Istri “anggota FPI” di bacok oleh preman yang tidak dikenal dan dicurigai pelakunya adalah yang selama ini menjadi backing dari tempat maksiat dan minuman keras. Kejadian ini membuat aktivis Islam di Lamongan mencari preman pelaku pembacokan terhadap istri “anggota FPI” tersebut.

Beberapa tempat sarang preman di sweeping sejumlah “anggota FPI” dan karena ada perlawanan dari sekelompok preman yang berusaha menyerang balik sehingga bentrokan tak dapat terhindarkan. Aktivis Islam berhasil memukul mundur para preman penjaga tempat maksiat tersebut.

Tak berselang lama, warga yang sudah di provokasi preman pun melakukan perlawanan dengan mendatangi Dusun Gowah, Kelurahan Blimbing, Paciran yang dikenal merupakan markas dari “anggota FPI”.

Aksi warga ini terprovokasi oleh preman yang menyebar fitnah kalau “anggota FPI” akan menyerang semua rumah warga karena balas dendam adanya seorang anak dan istri “anggota FPI” yang di bacok orang tak dikenal yang diduga adalah para preman.

Dari bentrokan tersebut, mobil dan sejumlah motor “anggota FPI” di bakar oleh massa yang terlebih dihasut oleh preman. Petugas kepolisian yang datang di lokasi kejadian kemudian melakukan pencarian baik warga yang terlibat maupun massa FPI yang terlibat bentrok ke sejumlah perkampungan.

Petugas mulanya mengamankan seorang “anggota FPI” bernama Zen yang istrinya menjadi korban pembacokan. Setelah melakukan penyisiran, petugas ikut mengamankan 42 anggota FPI yang berada di sebuah rumah dan sebuah mushola.

Dengan hal ini, jelas bahwa warga yang menyerang aktivis Islam yang mengaku sebagai “anggota FPI Lamongan” awalnya bersikap netral. Mereka kemudian menyerang aktivis Islam karena adanya provokasi dari para preman.

Sementara itu, baik DPD FPI Jatim maupun DPP FPI setelah kejadian telah dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada kepengurusan maupun anggota FPI di kota Lamongan Jatim. Mari Kita Saksikan Hebohnya Media. [Khal-fah]


latestnews

View Full Version