View Full Version
Kamis, 29 Aug 2013

Proyek Deradikalisasi Gagal, BNPT Akan Bangun Lapas Khusus Mujahid

JAKARTA (voa-islam.com) – Dinilai gagal dalam menjalankan proyek deradikalisasi terhadap para mujahid yang dituduh melakukan aksi terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) berencana membangun lapas khusus para mujahid.

Rencananya, lapas yang khusus dihuni para mujahid yang dituduh teroris tersebut akan dibangun di Sentul, Jawa Barat. Pembangunan yang saat ini sudah 35 % itu diharapkan akan selesai pada Desember 2013 dan dapat dioperasikan awal tahun 2014.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan Pelaksana Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Bambang Krisbanu saat Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR, Senin (26/8/2013).

Bambang mengatakan, kementeriannya bersama BNPT berencana membangun LP khusus yang akan menampung semua narapidana teroris di Sentul. “Narapidana teroris memiliki kebutuhan khusus dan kita belum punya lapas dengan kebutuhan tersebut,” katanya.

...Narapidana teroris memiliki kebutuhan khusus dan kita belum punya lapas dengan kebutuhan tersebut...

Namun, Sekretaris Utama BNPT Abdurrahman Kadir berkilah jika pembangunan yang dilakukan di Sentul Jawa Barat bukanlah lembaga permasyarakatan (LP) khusus terpidana kasus terorisme.

“Oh bukan, itu pusat pelatihan di Sentul,” kilahnya usai rapat dengar pendapat Komisi III dengan Sekjen MA, Sekjen MPR, dan Sestama BNPT di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Abdurrahman menambahkan, pusat pelatihan yang didirikan di Sentul karena narapidana terorisme butuh suasana kondusif. “Suasana kondusif diperlukan karena nantinya ada berbagai kegiatan yang berkaitan dengan deradikalisasi,” jelasnya.

Dia enggan menjelaskan lebih spesifikasi kegiatan deradikalisasi yang akan dilaksanakan tersebut. Tetapi, menurut dia, tujuan pusat pelatihan adalah untuk mengembalikan ideologi mujahid yang radikal.

...Yang kita lakukan deradikalisasi orang per orang, diperlukan suasana yang kondusif. Sementara lapas sekarang ini suasananya seperti itu...

“Orang itu (para mujahid -red) punya ideologi yang sudah tertanam. Nah, bagaimana ideologi itu kami coba hadapkan dengan hal-hal yang umum, dengan harapan mereka dapat mengubah ideologi yang ada pada diri mereka,” paparnya.

“Kami kerja sama dengan organisasi masyarakat, ulama, psikolog, sampai masyarakat umum. Yang jelas teroris kan ideologinya keras. Jadi itu yang kami coba kembalikan ke jalan yang benar melalui orang-orang tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengatakan, pusat deradikalisasi untuk narapidana teroris ini penting dibangun karena saat ini pembinaan serupa yang diadakan di masing-masing lapas tidak kondusif.

“Yang kita lakukan deradikalisasi orang per orang, diperlukan suasana yang kondusif. Sementara lapas sekarang ini suasananya seperti itu. Tempat (pembinaan -red) pinjam kantornya pimpinan lapas atau stafnya lapas yang tidak di desain untuk itu,” kata Mbai.

...Kemudian, yang kedua, di lapas itu masih bisa berkembang radikalisasi, karena kapasitas napi juga berlebih sangat sulit mengatur itu...

“Kemudian, yang kedua, di lapas itu masih bisa berkembang radikalisasi, karena kapasitas napi juga berlebih sangat sulit mengatur itu,” imbuhnya.

Upaya deradikalisasi, menurut Mbai, penting karena sumber dari kegiatan teroris muncul karena penyebaran ideologi radikal. Selama paham radikal tidak bisa diatasi, maka tindakan terorisme akan terus terjadi.

“Idealnya semua napi teroris diberikan pembinaan, tapi dalam pelaksanaannya nanti mungkin ada prioritas tergantung fasilitas yang kita punyai. Ini juga tergantung seberapa radikal tiap napi itu," jelas Ansyaad.

Pembangunan pusat anti teror ini direncanakan dan didanai oleh BNPT. Namun dalam penggunaannya nanti akan bekerjasama denggan Ditjen PAS Kemenkumham karena pembinaan napi tersebut juga berhubungan dengan keamanan dan perlakukan kepada napi yang merupakan wewenang lapas.

Selain itu, Mbai menjelaskan bahwa program tersebut akan melibatkan psikolog, ulama, kepolisian, dan BNPT sendiri. Nantinya diharapkan napi akan siap untuk berintegrasi ke masyarakat setelah masa hukumannya habis. [Khal-fah/dbs]


latestnews

View Full Version