View Full Version
Rabu, 18 Sep 2013

Para Bidan Dituntut untuk Tekan Angka Aborsi di Kalangan Wanita

Sukabumi (voa-islam.com) – Peran dokter, bidan dan perawat semakin strategis dalam dunia kesehatan, terlebih kesehatan yang Islami. Harus diakui, profesi bidan tidak mengenal tempat dan waktu. Di pelosok manapun peran ketiga profesi tersebut sangat dibutuhkan,  bahkan perannya tak kalah penting dengan para guru dan ulama.  

“Menolong kaum ibu yang keadaannya antara hidup dan mati sama derajadnya seperti berada di medan jihad. Profesi bidan adalah sebuah amanah mulia.” Demikian orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ustadzah Hj. Ningrum Maurice Nugroho dalam Wisuda Bidan Santri AFKN XXVI Pondok Pesantren Nuu Waar di Sukabumi, Selasa (17/9) kemarin.

Diharapkan, para bidan dapat mendampingi calon ibu dalam mempersiapkan kehamilan, masa hamil dan masa kelahiran dengan ilmu dan rohani agar rahimnya terjaga demi lahirnya calon generasi berkualitas di masa yang akan datang.

Para bidan juga diharapkan melakukan edukasi kesehatan kepada remaja sejak dini, untuk menyelamatkan para remaja dari ancaman pergaulan bebas, obat-obatan terlarang dan tindak abortus yang semakin sering terjadi.

Tentu saja peran paramedis juga dibutuhkan untuk membantu saudara muslim kita di daerah konflik di belahan dunia Islam lainnya seperti di Myanmar, Suriah, Mesir, Palestina dan sebagainya. Sayangnya masih sedikit tenaga medis dan paramedic Indonesia yang memiliki keberanian untuk terjun langsung untuk merespon tragedi kemanusiaan ini.  

“Sementara negara-negara non muslim berlomba-lomba mengirimkan tenaga medisnya untuk membantu, bahkan menjalankan misi penyebaran agama (non-muslim) nya. Ini tantangan besar untuk kita semua. Kepada para calon paramedic diharapkan mengutamakan pelayanan yang baik.”

Dikatakan Ningrum, jika satu bidan lahir minimal 10 ibu binaan, maka jika rata-rata seorang memiliki dua anak, maka atas izin Allah sebanyak 20 orang generasi Qur’ani lahir di atas bumi ini. “Di Bumi Nuuwaar (Irian), ada ibu-ibu berusia subur, setiap bulannya melahirkan bayi, mereka mendambakan bidan handal yang dapat membimbing dan menentramkan ibu hamil agar bayinya sehat dan menjadi anak yang shalih.”

Dalam orasi ilmiah ke-2, Konsultan herbal dan Thibbun Nabawi Internasional, Dr. Zaidul Akbar menegaskan, Nuu Waar harus mendapat perhatian khusus dari para tenaga kesehatan yang akan terjun ke sana.  Terpenting, setiap pengobatan akan menghantarkan seseorang dalam meningkatkan keimanan dan ketauhidan kepada Allah swt.

“Diharapkan, melalui Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi) akan semakin kuat lagi dan diterima oleh masyarakat luas sebagai bentuk pengobatan yang menekankan aspek-aspek Ilahiyah, alamiyah dan ilmiah. Peranan strategis para medis di Nuu Waar juga diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan umat islam di Nuu Waar,”ujar Zaidul.

Dengan menyebarkan hijamah atau bekam sebagai salah satu metode pengobatan Rasulullah saw, hendaknya menjadi semangat bagi para tenaga kesehatan untuk mampu mengemban misi dakwah pengobatan ini kepada umat Islam di Nuuwaar. Tentunya, selain  bekam, Nabi saw juga mengajarkan pengobatan menggunakan madu sebagai salahsatu bentuk pengobatan. [desastian]


latestnews

View Full Version