View Full Version
Selasa, 24 Sep 2013

Ulama Tidak Akan Undang Lurah Non-Muslim Hadiri Hari-hari Besar Islam

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketika ditanya kenapa warga LA menolak Lurah Susan yang non Muslim untuk ditempatkan di wilayah LA? Dikatakan H. Naseri, kita kan negara Pancasila, memberi ruang yang luas kepada umat beragama. Adapun kami sebagai muslim juga harus menghayati dan mengamalkan agama kami.

“Dalam pandangan Islam, seorang pemimpin yang mayoritas pendudukan beragama Islam tidak boleh di pimpin oleh yang non muslim. Karena itu pandangan ini  harus diakui negara. Siapapun, baik itu lurah, camat, walikota, gubernur, bahkan presiden sekalipun. Lurah juga kan pemimpin wilayah,” demikian dikatakan kiai Betawi asal Lenteng Agung, KH. Solihin Ilyas saat ditemui voa-islam di kediamannya.

Dikatakan kiai Ilyas, dalam ilmu ushul fiqih, adat kebiasaan bisa menjadi sumber hukum. Intinya, di LA banyak penduduknya muslim, dan kita ingin pemimpinnya muslim, sehingga bisa mengayomi warganya. Terlebih di Lenteng Agung ada banyak majelis taklim. Dan kita ingin dididatangi oleh lurah yang muslim. Begitu juga saat peringatan Maulid Nabi Saw dan hari besar Islam lainnya, kita mau mengundang lurah yang muslim untuk hadir. Tapi kalau lurahnya non muslim, kami tidak akan mengundangnya.

“Boleh dibilang, masyarakat Lenteng ini sangat kental religiusnya. Nah, jika lurahnya non- muslim, tentu saja kami tidak bisa didatangi oleh lurah non muslim. Juga tidak mungkin lurah yang non muslim itu masuk ke dalam masjid,” ungkap KH. Solihin Ilyas.

Padahal, acara seperti Maulid Nabi saw dan Hari Besar Islam lainnya sangat bermanfaat buat lurah untuk menyampaikan program-program pemerintah, seperti program kebersihan lingkungan, PBB, dan sebagainya. “Kita juga tidak mau lurah yang non muslim itu cukup diwakilkan. Karena wakil lurah tidak bisa mengambil keputusan. Kita ingin lurahnya yang datang, bukan diwakilkan. Namun, berhubung lurahnya non-muslim, ulama dan tokoh masyarakat LA tidak akan mengundang lurah ke setiap acara Hari-hari besar Islam. Karena itu kami bersikeras untuk menolak lurah non muslim, dan mendesak agar Lurah Susan segera dipindah, bukan disuruh turun, tapi pindah ke wilayah lain. “ [desastian]


latestnews

View Full Version