View Full Version
Selasa, 24 Dec 2013

Pasca-lengser, SBY akan Buka Warung Nasi Goreng atau Jadi Sekjen PBB?

JAKARTA (voa-islam.com) – Tiga bulan berselang dari pemilu legislatif, rakyat Indonesia akan mengikuti Pemilu lagi, yakni Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. Pemilu ini untuk mencari presiden baru. Disebut baru karena masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang dari setahun lagi, tepatnya 20 Oktober 2014. Ia sudah dua periode menjabat, masing-masing 5 tahun, atau sudah maksimum seperti diatur konstitusi; 10 tahun menjabat.

Kira-kira apa target Ketua Umum Partai Demokrat tersebut 'pascalengser keprabon', dan tidak berkegiatan lagi di Istana Presiden? Betulkah pensiunan jenderal kelahiran Blitar, Jawa Timur 9 September 1949 itu akan membuka warung makan menu khusus nasi goreng? Atau punyakah dia ambisi mendunia, menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, misalnya?

Untuk urusan warung makan pernah terlontar dari Presiden SBY sendiri. Kendati nada berseloroh, SBY memang dikenal pintar mengolah nasi goreng. Bersama Ny Kristiani Herawati atau Ny Ani Yudhoyono, SBY beberapa kali menyajikan menu nasi goreng buatannya sendiri untuk disantap tetamu negara dalam acara resepsi makan bersama.

Nah, selain bercita-cita membuka warung nasi goreng SBY juga pernah berucap akan menjadi pembicara seminar-seminar nasional dan internasional. Tujuannya untuk berbagi ilmu kepada masyarakat luas menceritakan pengalamannnya selama menjabat Presiden RI dua periode, selama 10 tahun.

Namun apa pekerjaan SBY setelah pensiun dari presiden belum diputuskan. "Yang jelas, Insya Allah, apa pun yang akan saya lakukan nanti pastilah sesuatu yang halal," kata SBY.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsjah menafsirkan maksud SBY ingin menjual nasi goreng racikannya di rumah makan. "Mungkin dia (SBY) tidak mau lagi berpolitik setelah pensiun dari presiden. Atau mungkin juga SBY ingin bikin album lagu karena kita tahu SBY senang ciptakan lagu," kata Iberamsjah.

Iberamsyah menyarankan SBY untuk memilih kegiatan sosial setelah pensiun dari presiden. Kegiatan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah pensiun mengabdikan diri pada kegiatan sosial yakni menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), merupakan contoh bagus. "SBY carilah kegiatan seperti itu yang memberi simpati dari masyarakat," kata Iberamsjah.

Dalam setahun terakhir berhembus kabar bahwa SBY menyiapkan diri untuk mencalonkan sebagai Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Banyak gelagat SBY yang diperlihatkan ke publik mengenai cita-cita SBY itu setelah pensiun. Misalnya SBY rajin dan berperan aktif dalam kegiatan internasional.

Ketika Presiden SBY meraih penghargaan World Statesman Award dari organisasi Appeal of Conscience Foundation (ACF), sebuah yayasan antaragama di Amerika Serikat, dapat dimaknai satu anak tangga menuju kursi Sekjen PBB.

"Tetapi untuk jadi Sekjen PBB modal itu tidak cukup. Harus minimal punya pengalaman dalam bidang perdamaian dengan karier diplomatik yang banyak," kata Iberamsjah. (an/tribun)


latestnews

View Full Version