View Full Version
Rabu, 25 Dec 2013

KH.Dr.Nuril Arifin Memberikan Ceramah Natal di Gereja Pati

PATI (voa-islam.com) Mungkin sesudah Abdurrahman Wahid, baru KH Dr. Nuril Arifin yang pertama kali di dunia. KH Nurul Arifin menerima undangan dari Pendeta dan Gembala Sidang Gereja Bethany Tayu, Pati – Jawa Tengah, bukan sekedar hadir, namun sebagai salah satu pembicara atau penceramah.

KH Nurul Arifin memberikan ceramah tentang membangun hubungan antar iman umat beragama, dan bertujuan membangun kesatuan dan kekuatan bangsa dan negara.

Jika memperhatikan dua vidio (ada juga di youtube) ceramah KH Nuril Arifin tersebut dengan teliti, memang ada satu dua kalimat yang berbeda atau salah kutip dan sebut letak teks (ayat) Alkitab, tapi hal tersebut tidak mengganggu.

Menurut kalangan Kristen, kehadiran KH Nuril Arifin  dalam acara Natal itu sejatinya telah menunjukan sikap, sifat, pandangan seorang Muslim Indonesia, Muslim Kultural, yang terpanggil untuk beriteraksi secara langsung kepada mereka yang berbeda iman dengan dirinya.

Menurut kalangan Kristen, keterbukaan Gereja Bethany dan kesediaan Sang Kiai berceramah di Gereja, pada perayaan Natal, dinilai langkah KH.Nuril Arifin merupakan sesuatu yang patut diapresiasi dan dihormati. "Mereka telah melakukan langkah yang sangat terhormat", ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Quraish Shihab, mengatakan, “Tetapi, tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana, dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan merupakan sesuatu yang menarik”, ujar Quraish.

Maka, menurut keinginan kalangan Kristen, apa yang dilakukan KH Nuril Arifin dan Gereja Bethany, dan telah melakukan sesuatu dalam rangka kehormisan hubungan antar iman, secara khusus di Tayu, Pati - Jateng, serta sebisa mungkin menjalar ke Nusantara.

Bukan tidak mungkin, apa yang dimulai dari Jawa Tengah itu, akan menjadi contoh serta tauladan di tempat lain, dalam rangka membangun interaksi berdasar persamaan, dan bukan jurang perbedaan.

Dari dan di kota kecil Tayu, Pati Jawa Tengah, mereka telah melakukan perkara besar, perkara besar yang belum pernah ada sebelumnya di negeri ini, perkara besar yang bisa menjadi contoh di tempat lain, tambah kalangan Kristen.

Tahun depan entah kiai mana lagi yang akan diundang ke Gereja dan memberikan ceramah, sembari ikut memperingati perayaan natal. Sungguh sangat ironi. Apa yang sudah dilakukan oleh KH.Nuril Arifin, dan usaha-usaha kalangan Kristen mencari dukungan dari kalangan kiai dalam rangka membangun Kristen di Indonesia dengan dukungan kiai. Memang, KH.Nuril Arifin sangat berbeda dengan almarhum Buya Hamka dalam mensikapi soal Natal.

KH.Nuril Arifin adalah panglima pasukan berani mati pendukung Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Nuril Arifin bersama Barisan Muda Nahdlatul Ulama (BMNU), berusaha mempertahankan kekuasaan Gus Dur yang  goyah, akibat skandal Brunei Gate dan Bulog Gate, yang akhirnya melengserkan Abdurrahman Wahid, dan saat aksi demo mendukung Gus Dur di depan istana Nuril Arifin, tak juga mampu mempertahankan Gus Dur, dan Gus Dur yang pernah di "baptis" itu lengser Januari 2002.

[Opa Jappy/kompasiana/mashadi/ af/wwl]

Ini Sumber Videonya:

http://www.youtube.com/watch?v=--1YnJB4DIk&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3D--1YnJB4DIk&app=desktop 


latestnews

View Full Version