View Full Version
Kamis, 26 Dec 2013

Kaos ''Cinta Sunah Anti Syi'ah'' Semarakkan Deklarasi KPS

SURAKARTA (voa-islam,com) – Pemandangan unik terlihat dalam Deklarasi Komuntas Pecinta Sunnah (KPS) di Stadiun Manahan, Rabu (25122013) kemarin. Acara yang dipelopori Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) tersebut disemarakkan dengan banyaknya peserta yang mengenakan kaos bertemakan Cinta Sunah & anti Syi’ah.

Di antara tulisan-tulisan pada kaos yang dipakai peserta: Buanglah Syiah Pada Tempatnya. Sementara di bagian punggung -sebagaimana yang dilaporkan kiblat.net- bertuliskan: Cinta Sunah Anti Syiah. Di bagian atas, terdapat logo kecil FKAM (Forum Komunikasi Aktivis Masjid). 

Menurut Direktur Syamina Institute, Ustadz Abu Fatih Abdurrahman, banyaknya kaos yang dinekakan peserta Deklarasi tersebut menguatkan bahwa deklarasi KPS ini tidak ditungganngi kepentingan Syi’ah.

“Aksi damai ini benar-benar menunjukkan kemauan yang sungguh-sungguh dari umat Islam Solo yang hadir untuk mencintai sunnah dan membuang Syiah Rafidhah,” tuturnya kepada voa-islam.com melalui surat eletroniknya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banyak isu berembang di kalangan aktifis Islam Surakarta bahwa rencana deklarasi Komunitas Pecinta Sunnah di Stadiun Manahan, Rabu (25/12/2013) kemarin ditunggangi kelompok kepentingan Syi’ah.

Menurut Dewan Syari’ah Kota Surakarta dalam surat elektronik yang sampai ke redaksi Voice of Al-Islam, ada dua alasan yang menyebabkan sebagian ikhwan di Surakarta menyebarkan Isu tak sedap tersebut:

Pertama, dicantumkannya gambar Kubah Masjid Karbala pada Media Publikasi.
Kedua, ditulisnya dalam pamflet  “Mencintai Sunnah Rasul dan Ahlulbait cermin Ahlusunnah wal jama’ah sejati “.

Menyikapi beberapa isu tersebut, DSKS dalam suratnya yang ditandatangani ketua Dewan Riasah Tanfidziyah & Sekretaris Jendral DSKS, Dr. Muh. Muinudinillah, MA  & Aris Munandar Al Fatah, memberikan dua jawaban sebagai berikut:

Pertama: Berkaitan gambar kubah masjid Karbala adalah karena ketidaktahuan yang mendesign Pamflet akan dipahaminya gambar tersebut sebagai simbol Syi’ah, dan berniat bahwa hal itu untuk mengisyaratkan bahwa mencintai Ahlulbait bukan hanya milik Syi’ah.

Hal ini kami jelaskan bahwa tidak ada keinginan memberikan tempat kepada orang Syi’ah pada acara ini, melainkan dapat ditakwilkan bahwa  mencintai Ahlulbait dan Membela Al Husein tidak boleh dijadikan landasan untuk membenci Sahabat, bahkan mencintai Al-Husein dan Ahlul Bait harus disertai dengan Pembelaan terhadap sahabat sebagaimana isi dari acara deklarasi.

Kedua: Berkaitan  mencintai Rasul dan Ahlulbait sebetulnya ada kata yang terlewatkan yaitu para sahabat, sehingga yang betul adalah mencintai Rasul, Ahlu bait dan para sahabat adalah cermin Ahlusunnah wal jama’ah sejati. Karena mencintai sunnah Rasul dan mencintai Ahlulbait menjadi aqidah Ahlussunnah waljama’ah yang disebutkan dalam hadits-hadits  yang shahih. Mencintai mereka mengharuskan mencintai para sahabat, karena para sahabat sangat dicintai oleh Ahlul Bait dan Ahlul Bait juga mencintai para sahabat dan ini wasiat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Bahkan jauh-jauh hari, Ustadz Mu’inidinillah berharap dari KPS ini akan menguatkan imunitas umat dari virus-virus perusak akidah, di antaranya aham Syi’ah. 

“Ketika ummat tahu sunnah maka mereka akan tegas terhadap Syiah.” Tutur dosen pasca sarjana UMS dengan penuh harap.

Masih menurut Doktor dari Jamiah Al Imam, Islamic University Riyadh ini,  jika kecintaan kepada Sunnah benar-benar tertanam kuat sebagai prinsip maka dengan mudah mereka akan menolak virus jahat yang disebarkan kaum Syiah kepada Ummat Islam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version