View Full Version
Rabu, 14 May 2014

Slank & Wali Dukung Pengadaan Alat Kesehatan RS.Indonesia di Gaza

JAKARTA (voa-islam.com) - Artis papan atas Indonesia ternyata tidak hanya menghabiskan waktunya di dapur rekaman dan panggung hiburan Indonesia. Tetapi mereka pun peduli dan mendukung kampanye pengadaan alat  kesehatan (alkes) Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza.
 
SLANK grup musik Indonesia bergenre 'rock and blues', salah satu kelompok artis pendukungan gerakan kampanye '50 ribu rupiah' untuk pengadaan alkes tersebut.
 
“Kita yang memiliki kesempatan memberikan sumbangan donasi untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina sana, mari kita ikut berbagi," ujar Kaka, vokalis Slank pada acara Konferensi Pers dan Peluncuran Video Campaign RS Indonesia di Gaza, Jakarta, Rabu (30/4/2014) beberapa waktu lalu.
 
Grup musik yang dibentuk Bimbim akhir 1983, dengan lirik-lirik lagu anak muda dan beberapa di antaranya berupa kritik sosial, mengajak Slankers (sebutan untuk para penggemar Slank) dan generasi muda untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan dana membantu pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza.

"Dengan membahagiakan orang lain, pasti kita akan berkah, ini keajaiban sedekah, ini gerakan kemanusiaan, walau dianggap sedikit tapi berarti" ujarnya.

 
Wali
 
Menggugah Grup musik terkenal lainnya, Wali Band, yang memiliki jutaan penggemar di kalangan anak muda, turut mendukung pengadaan alkes guna mengisi RS Indonesia, yang sudah berdiri megah dan berwibawa di lahan wakaf seluas 16.261 m2 di daerah Bayt Lahiya, Gaza Utara.
 
Apoy, salah satu personil Wali mengatakan, pengadaan alkes wajib didukung seluruh masyarakat, karena jelas-jelas untuk kepentingan warga yang sangat memerlukan di Palestina.
 
Ia bersama personil Wali lainnya, Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovie (keyboard), juga mengajak Para Wali (sebutan untuk penggemarnya) ikut berbagi menggalang dana kemanusiaa tersebut.
 
Selama ini lirik-lirik lagu pop Wali dikenal luas, dengan sentuhan sederhana, mengena, dan banyak mengandung nilai-nilai relegius. Maklum saja, personalnya adalah jebolan pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam terkenal di Jakarta. Personal Wali, Faank (vokalis) dan Apoy (gitaris), jebolan Ponpes La Tansa, Pandegelang Banten, Tomi (drum), lulusan Ponpes Al Fatah Lampung dan Ovie (keybord) lulusan Ponpes Al-Hikmah Annajiyah Bogor.
 
Seolah ingin menggugah masyarakat untuk membantu alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, untuk mencari berkah, Wali menyentil pendengarnya untuk gemar bersedekah. Seperti dalam lirik lagu 'Cari Berkah' (biasa disingkat Cabe), Wali bersenandung pantun, "Bang, beli bawang, beli bawang gak pake kulit. Bang, jadi orang, jadi orang jangan pelit-pelit. Neng, beli batik, beli batik  warnanya terang. Neng, tambah cantik, kalo sering bantu orang".
 
Kepada masyarakat yang memiliki kelebihan harta, Wali pun meminta untuk jangan sungkan-sungkan menolong, sebab harta tidak akan dibawa mati. Tetapi yang diberikan itulah yang membawa berkah.
 
Lanjutan lagu 'Cabe' tadi, "Banyak harta ngapain (ngapain). Kalo gak berkah pikirin (pikirin).  Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin), dibawa mati. Hidup indah bila mencari berkah. Punya rezeki bagiin (bagiin). Bantu yang susah tolongin (tolongin). Oh, jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin. Hidup indah bila mencari berkah".
 
Selain Slank dan Wali, artis lain yang juga turut memberikan dukungan RS Indonesia di Gaza, Palestina, di antaranya Jihan Fahira, Naif, Sore, Vadi Akbar dan Ombat Tengkorak Band.

Video lengkap kampanye penggalangan dana untuk Alat Kesehatan RS Indonesia dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=VOsH7xGf4IE .  
 
 
Ikatan Indonesia-Palestina
 
Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larissa Agiel, mengatakan, pengadaan alkes memerlukan anggaran sekitar Rp 65 milyar.
Menurutnya, Pembangunan RS Indonesia di Gaza, yang mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun oleh MER-C dengan para relawan dari Indonesia, dan dukungan donatur rakyat Indonesia.
 
Ia menambahkan, RS ini memiliki tipe Trauma Center & Rehabilitation, dengan kapasitas 100 tempat tidur, serta bangunan 2 lantai dan 1 lantai basement. Bangunan atap RS ini didesain berbentuk segi delapan, seperti kubah Masjid Al-Aqsha.
 
"Ini diharapkan menjadi karya anak bangsa dan menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina," ujarnya.
 
Apalagi, katanya, seluruh donasi berasal dari masyarakat Indonesia. Bahkan, sebagian besar berasal dari kantong-kantong kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke.
 
Untuk itu, bagi masyarakat yang berniat memberikan bantuan donasi untuk Alat Kesehatan RS INDONESIA di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui MerC.
[MINA/MER-C/AFTA]


latestnews

View Full Version