View Full Version
Selasa, 15 Jul 2014

Antisipasi Skenario Chaos 'Kubu Merah' (3): FPI Temukan 600 Spanduk Palsu Untuk Picu Koflik

Jakarta (voa-islam.com) – Front Pembela Islam (FPI) menemukan spanduk-spanduk palsu yang seolah-olah dibuat FPI untuk memperkeruh suasana menjelang dan pasca pilpres. Dari penyisiran di lima wilayah DKI, FPI menemukan dan mencopot sekitar 600 false flag yang bisa menyudutkan FPI dan umat Islam umumnya.

"Spanduk-spanduk palsu itu sempat terpasang secara masif di lima wilayah DKI periode 2-6 Juli. Anda masih ingat, sebelumnya pada 7 Juli beredar di BBM dan media sosial, bahwa FPI akan menyerang MetroTV karena pemberitaannya yang tidak seimbang. Ini adalah bagian dari rangkaian rencana mereka mendiskreditkan FPI," ujar Munarman dalam acara Diskusi Voa-Islam Dan Media "Mengantispasi Skenario Chaos 'Kubu Merah'" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Sabtu (12/7/2014).

Rumor adanya penyerbuan MetroTV oleh FPI, Munarman mengingatkan, aksi itu bagian dari rencana busuk 'Kubu Merah' yang ingin mendiskreditkan FPI dan umat Islam

Ihwal adanya rumor adanya penyerbuan MetroTV oleh FPI, Munarman mengingatkan, aksi itu bagian dari rencana busuk 'Kubu Merah' yang ingin mendiskreditkan FPI dan umat Islam. Ia mengaku sudah mengecek teman-temannya di MetroTV. Hasilnya, stasiun televisi pendukung pasangan Jokowi-JK milik Surya Paloh itu ternyata sudah melakukan serangkaian persiapan untuk menyambut 'penyerbuan' itu.

"Saya punya teman-teman di MetroTV. Mereka bilang, sudah dua malam berjaga-jaga untuk menyambut FPI. Selain itu, mereka sudah menyiapkan kamera TV dari berbagai sudut. Jadi, kalau FPI benar-benar datang, maka akan langsung 'dimakan' kamera. Gambar-gambar inilah yang akan dimainkan sedemikian rupa dan ditayangkan berulang-ulang sebagai berita. Betapa licik dan jahatnya 'Kubu Merah' ini," tandas Munarman. (david)

Juru bicara FPI Munarman menyatakan, sedikitnya ada tiga jenis spanduk palsu yang seolah-olah dibuat FPI yang disebar kelompok pendukung capres tertentu. Motivasi mereka untuk menimbulkan kesan, seolah-olah FPI memperkeruh suasana. Spanduk itu antara lain berbunyi: "Lawan Orang Kafir, FPI Dukung Prabowo-Hatta".

"Spanduk-spanduk palsu itu sempat terpasang secara masif di lima wilayah DKI periode 2-6 Juli. Anda masih ingat, sebelumnya pada 7 Juli beredar di BBM dan media sosial, bahwa FPI akan menyerang MetroTV karena pemberitaannya yang tidak seimbang. Ini adalah bagian dari rangkaian rencana mereka mendiskreditkan FPI," ujar Munarman di Jakarta.

Tentang isu akan ada penyerbuan MetroTV oleh FPI, Munarman menyatakan, hal itu adalah bagian dari rencana busuk 'Kubu Merah' yang ingin mendiskreditkan FPI dan umat Islam. Dia mengaku sudah mengecek teman-temannya di MetroTV. Hasilnya, stasiun televisi pendukung pasangan Jokowi-JK milik Surya Paloh itu ternyata sudah melakukan serangkaian persiapan untuk menyambut 'penyerbuan' itu.

Sekitar 500-600 spanduk kami razia. Ini tentunya sangat merugikan bagi kami khususnya FPI, dan inilah salah satu modus yang menginginkan adanya perpecahan dengan mengorbankan orang lain,” ujar Munarman di acara diskusi yang diadakan bersama dengan VoaIslam.com dengan tema “Mengantipasi skenario chaos kubu merah” di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7) malam.

Dijelaskan Munarman lagi, spanduk ukuran besar dengan tulisan besar disertai foto itu diketahui beredar pada awal Juli 2014 lalu. Selama 5 hari lamanya

Dijelaskan Munarman lagi, spanduk ukuran besar dengan tulisan besar disertai foto itu diketahui beredar pada awal Juli 2014 lalu. Selama 5 hari lamanya, spanduk yang diantaranya bertuliskan ” FPI lawan kafir dan FPI dukung Prabowo” atau ” Kami mendukung Prabowo-Hatta agar syariat Islam tegak di negeri ini” adalah bukan atribut yang dipasang FPI. ” Itu merupakan bendera palsu dengan sengaja ingin menjatuhkan kami,” tegasnya.

Melalui trik yang menyesatkan ini, tentunya sangat disesalkan oleh FPI. Munarman mengatakan ajang Pilpres dijadikan pihak kubu merah untuk mengkambinghitamkan FPI untuk mendukung salah satu calon presiden.

“Tuduhan tanpa bukti ini tentunya sangat menyakitkan bagi kami. Bagaimana mungkin, kami tidak pernah memasang spandung tapi nama kami dicatut,” tuturnya. [edm/adivammar/voa-islam.com]

Bersambung (4)....


latestnews

View Full Version