View Full Version
Kamis, 09 Oct 2014

Ahok Tidak Faham, FPI Punya Tujuan Mulia untuk Amar Ma'ruf Nahi Munkar

JAKARTA (voa-islam.com) - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat ini menguasai Jakarta sedang mencari cara agar organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) bisa dibubarkan. Kebencian Ahok pada FPI benar-benar sudah di luar batas kewajaran.

Terkait nafsu Ahok yang ingin membubarkan FPI itu, wartawan voa-islam.com meminta tanggapan dari beberapa tokoh. Berikut ini adalah tanggapan dari aktivis muda Muhammadiyah, Mustofa Nahra Wardaya kepada voa-islam.com, Rabu (8/10/2014).

Voa-islam.com : Assalamualaikum ustad. Apa tanggapan anda atas keinginan kuat ahok untuk membubarkan FPI?

Mustofa Nahra: "Ide membubarkan Ormas Islam adalah ide konyol. Siapapun itu pemilik idenya. Ormas Islam didirikan untuk memperbaiki umat. FPI adalah bagian dari Ormas Islam yg juga punya tujuan mulia untuk amar ma'ruf nahi munkar.

Soal adanya bentrokan, itu soal lain. Tidak hanya FPI, demonstran manapun yg diprovokasi, cenderung pecah kekerasan. Sering kita lihat, bentrokan polisi dan mahasiswa atqu polisi dan buruh. Mahasiswa dan buruh juga mewakili organisasi masing2 bukan?

Ahok, saya kenal sebagai pejabat yang tidak paham adat Indonesia. Beberapa pernyataannya, cenderung provokatif, ngawur dan terkesan tanpa dipikir. Omongannya sering melukai perasaan Umat Islam. Muhammadiyah bahkan pernah disebut sbg Ormas munafik. Jadi, kalau Ahok mau membubarkan FPI, semata2 bukan karena FPI tidak penting bagi DKI, tapi kesan yg saya tngkap, seperti ada dendam kesumat.

Di Indonesia, tidak banyak pejabat yg style nya kayak Ahok. Yng beberapa kali dengan terbuka menunjukkan kebenciannya pada Ormas Islam. Bahkan, Ahok saya kira satu2nya pejabat yg nekat melarang anak2 sekolah belajar berkurban. Bahkan nekat menghambat ritual kurban Umat Islam di DKI. Melalui Instruksi Gubernur 67/2014 yg ia tandatngani sendiri, Ahok seolah ingin mengatur penjualan, pemotongan hewan kurban. Tapi saya menangkap insGub tersebut sebagai siasat Ahok menghambat ibadah kurban Umat Islam.

Kalau mau membubarkan FPI, Ahok jelas keliru. Sering kita lihat ada kasus yng pelakunya adalah oknum. Tapi solusinya bukan membubarkan lembaganya. Mislnya ada oknum  polisi menembak Tentara. Oknum Polisi menyiksa warga. Atau oknum polisi malah dagng narkoba. Maka, langkah hukumnya adalah membina oknum, atau menghukumnya di pengadilan. Bukan membubarkan Polri. Atau ada oknum tentara mencuri motor, oknum tentara menjadi beking kejahatn. Kalau ada yg mau bubarin TNI, iru namanya konyol!

Ahok harus belajar berorganisasi agar tidak terbiasa hidup dengan ego dan arogansi berlebihan. Amanah sebagai Gubernur nantinya, tidak elok kalau dilalui dengan antipati pd rakyatnya sendiri. FPI hanyalah sedikit dari sekian banyak waegq DKI yg plural. Jadi, kenpa Ahok tidak mendatangi FPI di Petamburan saja? Silahkan sekali2 mendatangi warga dan berilah nasehat pada FPI. Dengan mendatangi dan silaturahim ke FPI, Ahok akan dihargai."(aj/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version