JAKARTA (voa-islam.com) - Setelah dijarah secara besar-besaran oleh perusahaan pertambang emas terbesar di dunia milik AS, Freeport Mc Moran selama 50 tahun, tanah Papua yang kaya akan barang tambang emas itu akan kembali dijarah oleh 4 perusahaan pertambangan emas. Sementara rakyat Papua masih hidup dibawah garis kemiskinan dan kebodohan.
Kepada wartawan di Kementerian ESDM baru-baru ini, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar menjelaskan, sudah ada 4 perusahaan pertambangan emas yang berhasil mendapatkan cadangan emas cukup besar di Papua, tetapi masih terkendala status hutan lindung atau konversi jika ingin mengeksplorasinya, sehinggga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ada sekitar 4 perusahaan, baik Kontrak Karya (KK) dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Papua mendapatkan cadangan emas yang luar biasa besar," ujarnya
Menurut Sukhyar, adapun keempat perusahaan tersebut adalah PT Nabire Bhakti Maining di Kabupaten Paniai, PT Irja Estern di Kabupaten Paniai, PT Iriana Mutiara Indenberg di Senggi Kabupaten Keerom, dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Dikatakannya, semuanya sudah eksplorasi, cadangannya luar biasa besar, itu setara cadangan Newmont di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. [Abdul Halim/Voa-Islam.Com]