View Full Version
Senin, 05 Jan 2015

Anak Buah Jokowi :Jonan Melakukan Pencitraan Diatas Musibah Air Asia QZ8501

Jakarta (voa-islam) - Setelah aksinya yang mengundang protes dari sejumlah kalangan,anak buah Joko Widodo (Jokowi) Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan kembali mendapat sorotan dari kalangan parlemen di Senayan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia menilai, sikap Jonan terlalu berlebihan terkait pemberian sanksi terhadap maskapai penerbangan AirAsia. Bahkan, ia menilai sikap itu sebagai pencitraan atas musibah yang menimpa AirAsia.

"Harusnya masalah keselamatan jiwa yang didahulukan. Bukan pencitraan personal yang didahulukan. Teman-teman di Kemenhub juga kaget begitu Jonan keluarkan sanksi," kata Yudi di Gedung DPR RI, Senin (5/1).

Pemberian sanksi kepada AirAsia dinilai terlalu cepat karena belum ada hasil dari penyelidikan KNKT. Pencitraan yang dilakukan Jonan adalah saat mengatakan bahwa AirAsia melakukan kesalahan dan segera diberi sanksi. "Tegas, kita dukung tapi tegas yang pas. Dulu lambat banget keluar sanksi, tapi sekarang kecepatan keluarkan sanksi," kata Yudi.

Seharusnya, Jonan selaku Menhub tidak terburu-buru menjatuhkan sanksi sebelum keluarnya hasil penyelidikan KNKT. Karena menurut Yudi, seharusnya Menhub menunggu hasil dari KNKT karena kecelakaan AirAsia tak bisa berjalan sendiri.

"Tidak mungkin operator berjalan sendiri, pasti ada aktor lain. Kalau jalan sendiri dan Kemenhub berikan sanksi ke operator, bisa dianggap tebang pilih dan bahkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan," kata Yudi.

Ketika ditanya motif Jonan, Yudi juga tidak tahu sama sekali. "Saya juga gak tahu, padahal penyelidikan belum selesai. sanksi diberikan setelah peringatan dulu, tapi ini langsung dan belum satu minggu," demikian Yudi.[robiawan/voaislam.com]


latestnews

View Full Version