View Full Version
Sabtu, 14 Feb 2015

Ulasan Hasil Klarifikasi Pihak SMA MTA Surakarta Atas Pemberitaan Voa Islam

SOLO (Voa Islam) – Bermula dari naiknya berita di voa-islam.com pada tanggal 20 Rabi’ul Akhir 1436/ 2 Februari 2015 dengan judul “Tragedi Pendidikan di Surakarta: Seorang Murid SMA MTA Surakarta Dipaksa Keluar Kepala Sekolah.” Karena menyangkut martabat dan kehormatan sebuah lembaga pendidikan Islam, maka Redaksi voa-Islam.com pusat menugaskan Kontributor Solo untuk melakukan klarifikasi.

Alhamdulillah, pada hari Kamis (12/2) pukul 14.00 WIB kontributor Solo dapat datang dan mendapatkan banyak penjelasan disertai catatan dan kronologis kepindahan Muhammad Imam Hatami. Pihak SMA MTA, Semanggi, Surakarta menerima voa-Islam.com dengan ramah dan tangan terbuka, padahal pemberitaan yang telah naik itu setidaknya telah mengganggu ketenangan dan kinerja para Pendidik dan Staf SMA MTA.

... Ternyata, bu Muyassaroh adalah memang betul sebagai Bibi dari Imam Hatami. Hal itu juga terlihat dalam dokumen Formulir Penerimaan Peserta Didik baru Tahun Pelajaran 2014/2015 no. Pendaftaran: 232014136 ...

Diterima di Ruang Tamu yang menyimpan banyak piala (penghargaan) prestasi dalam beberapa almari, Pak Nurcholis (Humas SMA MTA), Pak Muhtadi, SH (Guru BK) dan Bu Muyassaroh, SAg. (Staf Perpustakaan Sekolah) yang namanya tercantum dalam Surat Permohonan Pindah Sekolah, menerima voa-Islam. Juga tidak lama berselang, Bapak Drs. Diastono selaku Kepala Sekolah pun hadir.

Ada beberapa poin dalam pemberitaan yang menjadi sorotan pihak Sekolah. Penjelasan rinci dan tercatat disampaikan kepada voa-islam.com dengan harapan semua akan menjadi lebih baik. Baik bagi pemulihan ketentraman para Pendidik dan Staf SMA MTA yang dengan sendirinya terganggu dengan berita itu. Baik juga bagi pihak voa-Islam untuk memperbaiki dan meningkatkan kapabilitas dan kwalitas jurnalistiknya sebagai media perjuangan ummat Islam.

Dalam pemberitaan lalu, tercantum kata-kata …ditandatangani Muyassaroh (karyawan bagian perpustakaan yang mengaku sebagai walinya ….. Ternyata, bu Muyassaroh adalah memang betul sebagai Bibi dari Imam Hatami. Hal itu juga terlihat dalam dokumen Formulir Penerimaan Peserta Didik baru Tahun Pelajaran 2014/2015 no. Pendaftaran: 232014136.

Dalam formulir itu juga tercantum nama, alamat, pekerjaan dan data lain dari orangtua Imam Hatami secara lengkap. Dan juga kolom yang membuktikan bahwa bu Muyassaroh bertindak sebagai wali siswa dari Muhammad Imam Hatami.

Dalam catatan kronologi juga tertulis bahwa orangtua Imam Hatami sendiri sampai Senin (2/2) dimana pemberitaan di Voa-Islam.com muncul, yakni Bp. Abdul Halim belum pernah ke SMA MTA dalam urusan mendaftarkan Imam Hatami, mendatangi panggilan Sekolah, mengantar ataupun mengambil raport. Karena kemudian diketahui, bp. Abdul Halim bekerja di Jakarta.

Namun, sebagaimana disampaikan Drs. Diastono kepada voa-Islam, semua upaya yang sejalan dengan metoda pendidikan dalam mengatasi permasalahan menyangkut siswa (yakni Imam Hatami) sudah ditempuh dan dilakukan oleh pihak Sekolah dengan selalu berhubungan dengan pihak keluarga Imam Hatami, baik nenek, pakde, bude dan bibi dari siswa yang bersangkutan.

Jadi proses pindah sekolah diputuskan setelah Bude Imam Hatami, yakni Ibu Sakinah bersama suaminya (Pak Widodo) berkunjung ke rumah Pak Muhtadi, SH selaku Guru BK. Dimana hal itu juga telah dikomunikasikan kepada Pak Zarkasi yang merupakan pakdenya Imam dari jalur Ibunya.

Jika berita klarifikasi ini dirasa kurang lengkap, pihak voa-Islam.com telah memberi kesempatan kepada pihak SMA MTA Surakarta untuk membuat artikel yang akan dimuat penuh sebagai hak jawab.

Semoga sejak kini dan kedepannya, semua pihak yang mencintai pendidikan anak-anak Islam terutama para Pendidik dan Staf sekolah-sekolah Islam bersama media jurnalistik Islam dapat menyatukan langkah bagi kemuliaan Islam di negri ini. (AF/Voa-Islam.com)


latestnews

View Full Version