View Full Version
Sabtu, 25 Apr 2015

Ust. Aris Munandar: Syiah - Komunis adalah Ancaman Tertinggi Negri Ini Bukan ISIS atau Islam Radikal

SOLO (voa-islam.com) – Ancaman akan terjadinya musibah sebagaimana yang terjadi di Suriah dan menimpa kaum Muslimin disana, sangat mungkin terjadi di negri ini dalam waktu beberapa tahun lagi. Sebagaimana kita tahu, minoritas Syiah (8 % dari total jumlah penduduknya) yakni kaum Nushairiyah dengan dukungan Iran, China dan Rusia serta milisi Syiah bersenjata dari Iran, Iraq, Libanon dan Yaman, telah membantai ratusan ribu kau muslimin.

Ustadz Aris Munandar Al Fattah dalam acara Tabligh Akbar Nasional di masjid Agung Keraton Surakarta pada hari Ahad (19/4) kemarin menyampaikan data yang konon didapatnya dari Badan Intelijen Negara, bahwa Indonesia akan dijadikan Suriah kedua dalam rentang waktu 2018-2020. Saat ini, Syiah sudah memiliki 10.000 pemuda yang sudah terlatih.

... ancaman PKI tinggal menunggu waktu, sebagaimana seorang yang hamil 8,5 bulan. Jadi, menurut Ust. Aris, sesungguhnya ancaman bagi negeri ini bukanlah ISIS maupun Islam radikal, namun ancaman nyata yang sudah didepan mata adalah Syi'ah dan PKI...

Bahkan beliau mendapati di Jawa Timur ada satu kawasan pelatihan para pemuda Syi'ah, dimana pelatihnya didatangkan langsung dari Lebanon. Sementara data terbaru yang diperoleh menunjukkan adanya satu Mahasiswa Indonesia di Iran yang akan pulang ke Indonesia dan disiapkan untuk memimpin revolusi. Orang ini setara dengan ulama Syiah yang bergelar Ayatullah.

Ustadz Aris juga menyebutkan adanya perwira aktif berpangkat kolonel yang menjadi anggota intelijen dalam bidang Komunis datang ke MUI mengatakan bahwa ancaman PKI tinggal menunggu waktu, sebagaimana seorang yang hamil 8,5 bulan. Jadi, menurut Ust. Aris, sesungguhnya ancaman bagi negeri ini bukanlah ISIS maupun Islam radikal, namun ancaman nyata yang sudah didepan mata adalah Syi'ah dan PKI.

Beliau juga meminta kita mencermati hadirnya 2 kapal perang Iran pada akhir bulan Februari 2015 , jangan pernah dianggap sebagai sesuatu yang lazim dan masalah yang remeh. Basis kekuatan juga telah mereka bangun dengan mendatangkan Imigran gelap yang berjumlah lebih dari 6.500 orang yang tersebar di berbagai daerah. Ini jelas merupakan upaya mereka dalam mempersiapkan revolusi secara nyata dan jelas amat berbahaya.

Karena itu, lanjut beliau, kita harus segera bersiap dan menjadikan masjid sebagai basisnya. Jangan hanya banyak bicara tanpa kerja yang nyata. Kita harus bisa melahirkan kader-kader Masjid yang hafizh Qur-an, minimal 1 orang. Mereka inilah yang menjadi Kader Siaga, kader yang mampu menjawab ancaman-ancaman terhadap kaum muslimin. (AF/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version