View Full Version
Sabtu, 28 Nov 2015

Dituduh Hina Budaya Sunda, FPI: Media Lihat Ceramah Habib Rizieq hanya Sepenggal-sepenggal

JAKARTA (voa-islam.com)--Wakil Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Ja'far Shodiq mengatakan bahwa Habib Rizieq Shihab tidak ada maksud atau tujuan menghina adat istiadat setempat.

“Maksudnya itu jika agama dan budaya dicampur aduk. Habib tidak bermaksud melecehkan budaya Sunda. Saya juga Sunda dari Tasik,” kata Ustadz Ja'far sebagaimana yang dikatakan kepada salah satu wartawan nasional.

Ia juga mengatakan, Habib Rizieq hanya menyampaikan beberapa ceramah yang berisikan keagamaan, juga termasuk membahas adat.

“Saaat itu Habib Rizieq sedang membahas mengenai kemusyrikan. Selain itu juga membahas adat istiadat,” sambungnya.

Ia bercerita pada saat itu Habib Rizieq mengatakan apakah agama bisa dicampur-adukan dengan budaya. "Misalnya Assalamualaikum. Lantas kata Habib saat itu apakah Assalamualikum bisa diganti selamat pagi siang atau sore atau diganti salam daerah?"

“Lalu ada yag nyeletuk kalau sampurasun gimana? Dijawab Habib Rizieq, ‘ya kalau di campur aduk agama dan budaya ya jadi campur racun,” kata Ustadz Ja'far mengklarifikasi.

Untuk itu ia menghimbau kepada ormas atau siapapun yang mempersoalkan video atau rekaman itu untuk melihatnya secara penuh. Hal ini dimaksudkan untuk tidak berkembangnya polemik.

Ia juga meminta kepada awak media untuk menampilkan atau mendengarkannya secara utuh. Dan dihimbau tidak mendengarkannya sepenggal-sepenggal.

“Agar tidak menjadi polemic, AMS ada baiknya melihat tayangan video secara utuh agar jelas duduk perkaranya. Saat Habib Rizieq ceramah saya juga ada situ, jadi media jangan mendengarkan sepenggal-sepenggal dan nonton yang durasi 43 detik saja. Artinya ente sebagai orang media jangan lihat sepotong-sepotong. Jadinya blok-blok. Liat persoalan ini secata utuh. Ente tahu ini politis banget,” pintanya. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version