View Full Version
Senin, 21 Dec 2015

Ust. Arifin Ilham: Berdoalah dengan Keimanan kepada Allah SWT

JAKARTA (voa-islam.com)- Telah cukup lama anaknya terjerembab ke dalam nistanya narkoba. Anak semata wayang tersebut pun telah mengakibatkan ibunya meneteskan air mata untuknya. Hampir saja putus asa. Bagaimana tidak, 8 tahun bukan waktu sebentar untuk melawan perang narkoba di dalam tubuh sang anak. Mengadu. Usaha. Pasrah. Dan tidak pula lupa hati kecilnya berharap kesembuhan bagi sang anak.

Dengan single parent yang disandangnya, qadarullah, ia lantas menemukan jawaban dari KH Muhammad Arifn Ilham sebagai "jembatannya". Pimpinan majlis zikir Az-Zikra ini di dalam kesempatannya berpesan sebagai berikut dalam akun Facebook (page) pribadinya:

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Subhanallah, walhamdulillah, kembali Allah bahagiakan seorang ibu yang ditinggal wafat suaminya hampir putus asa menghadapi anaknya yang terkena narkoba.

Sudah berbagai cara ditempuh, sampai berobat keluar negeri.

Hampir 8 tahun anaknya menderita, danapun tidak sedikit. Datang untuk konsultasi tentang anaknya semata wayang.

"Apalagi pak ustadz yang harus lakukan?" "Doa," jawabku.

"Saya sudah berdoa, ustadz." "Apakah bunda berdoa dengan keimanan?"

"Maksud ustadz?" "Berdoa yakin seyakinnya bahwa langit bumi ini dan  semua terjadi atas iradah dan qudraallah, tidak akan terjadi suatu peristiwa tanpa izin-Nya.

Demikian pula pada bunda dan anak tersayang bunda."

"Astagfirullah, keyakinan saya belum sampai ke situ, ustadz. Lalu apa yang harus saya lakukan?"

"Setelah bunda berikhtiar, saatnya bunda mendekatkan diri kepada Allah dengan sungguh-sungguh, yakin bahwa hanya Allah segala-galanya, anakku tidak akan sembuh kecuali hanya Allah yang menyembuhkan.

Bangunlah bunda ditengah malam. Doa seorang ibu mustajab.  Mengadulah, bicaralah, ngomonglah sama Allah. Menangislah pada-Nya. Sampaikan kesedihan bunda pada-Nya, seperti sekarang bunda bicara dengan nanda Arifin.

Allah lebih dekat dari urat nadi leher kita, bunda! (QS Qof :16). Lalu akhiri dengan ketawakkalan penuh. Hasilnya inysa Allah".

Allahu Akbar! setelah 2 pekan, bunda datang bersama anaknya. Mengabariku bahwa anaknya telah Allah sembuhkan. Beliau menangis bahagia. Dengan berkata, "Doain aku ya, bang? Aku benar benar ingin hijrah, bang. Aku menyesal."

"Subhanallah. Adikku, itulah rahmat Allah untuk keluargamu. Buah ikhtiar dan doa mamamu siang-malam. Sekarang saatnya kau buat mama tersenyum bahagia setelah dulu kau buat mamamu banyak menangis."

Ia lama tidak jawab. Kemudian kudengar suara lirihnya terisak, "Ya bang, kasihan mama." Ia pun menangis. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version