View Full Version
Sabtu, 02 Jan 2016

Liberalisme dan Demokrasi Penyebab Indonesia Makin Terjajah

MAJALENGKA (voa-islam.com) - Liberalisme dan demokrasi yang diterapkan di negeri mayoritas muslim ini telah mengakibatkan kehancuran semua sendi kehidupan. Meski secara fisik sudah merdeka tapi secara nonfisik nyatanya Indonesia masih terjajah. Bahkan di tahun 2015 makin terjajah.

Kenapa Indonesia makin terjajah? Ustadz Hilal Ahmad MSi, pengurus HTI Jawa Barat, menjelaskan penyebab  pertama karena neoliberalisme. Ide ini telah menghilangkan peran negara dalam mengurusi urusan  rakyat. Alasan yang kedua adalah karena penerapan demokrasi. Demokrasi telah memberikan peran yang luas kepada siapa saja untuk mengendalikan proses penyusunan Undang-undang.

"Undang-undang tersebut juga telah memberikan jalan orang kafir menjadi pemimpin kaum muslimin. Inilah yang terjadi pada gubernur DKI Jakarta yang saat ini dipegang Ahok," katanya  di depan  ratusan umat Islam peserta  Majelis Siyasi spesial Refleksi Akhir tahun 2015 di Masjid Agung Al Imam Majalengka pada Ahad yang lalu.

Apakah kita mau Indonesia makin hancur? Apakah kita mau saudara- saudara Indonesia makin rusak? Apakah kita mau Indonesia makin terjajah?" 

Padahal, tambahnya, kalau dalam sistem Islam, orang kafir, orang dzolim dan perempuan muslimah meski mereka pintar tidak akan diberi kesempatan jadi penguasa bagi kaum muslimin. Demokrasi juga lanjutnya telah menebarkan konflik horizontal disebabkan perebutan kekuasaan melalui pilkada. Demokrasi juga telah menghapuskan posisi Tuhan  dan pemahaman agama Islam yang semestinya.

"Umat Islam telah dijauhkan dari pemahaman Islam yang sebenarnya. Umat dijauhkan dari Tuhannya. Padahal Allah berfirman, 'siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku sesungguhnya bagi dia penghidupan semmpit. ( TQS Thaha:124)," papar Ustadz Hilal.

Lalu solusinya apa? Ustadz Hilal menyampaikan bahwa dari dulu HTI  tidak bosan menawarkan solusi bagi Indonesia yakni diterapkannya syariat Islam secara Kaffah dalam bingkai khilafah 'ala minhaj nubuwwah. Alasannya larena pertama ada jaminan  bahwa Allah Swt menjamin kesejahteraan jika suatu penduduk beriman dan bertaqwa. alasan kedua karena Kesempurnaan Islam sebagaimana dalam Alquran surat Al Maidah ayat 3.  

"Karena itu mari kita berjuang bersama tegakkan khilafah 'ala minhaj nubuwwah," ajaknya kepada jamaah.

Sementara Ustadz Agung Wisnu Wardhana, aktifis  '98  yang juga pengurus Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI) DPD 2 Majalengka menguraikan fakta secara gamblang bahwa di tahun 2015 Indonesia makin liberal dan makin terjajah. Salah satunya utang yang makin tinggi, perpanjangan kontrak freeport di Papua dan disintegrasi.

"Apakah kita mau Indonesia makin hancur? Apakah kita mau saudara- saudara Indonesia makin rusak? Apakah kita mau Indonesia makin terjajah?"  tanyanya dengan keras.

"Tidak, teriak  jamaah yang datang dari berbagai daerah di Majalengka itu yang antusias mengikuti acara rutin bertema, Indonesia Makin Liberal dan Terjajah," itu secara serentak. Acara majelis siyasi yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD 2 Majalengka itu rutin digelar sebulan sekali. [abu ziad/voa-islam.com]

Editor: Syahid


latestnews

View Full Version