View Full Version
Rabu, 27 Jan 2016

Kaitkan Kata Jihad dengan Radikalisme, Peneliti Insist: Semacam Jihadphobi dan Islamophobia

BANDUNG (voa-islam.com) - Gerakan Pemuda (GP) Ansor dikabarkan menemukan sebuah buku pelajaran untuk PAUD dan TK yang terindikasi mengajarkan radikalisme.

Hasan Basri Sagala, Sekretaris Bidang Kaderisasi dan Organisasi GP Ansor mengungkapkan buku yang terindikasi memuat paham-paham radikalisme tersebut berjudul 'Anak Islam Suka Membaca'. Dalam buku itu, terdapat seruan-seruan yang mengarah ke paham radikalisme.

Dalam buku 'Anak Islam Suka Membaca', Hasan mengaku telah menemukan sejumlah kata dan kalimat yang memang tidak patut diajarkan kepada anak-anak, seperti 'syahid di medan jihad', 'hati-hati zona bahaya', 'bahaya sabotase', 'gegana ada di mana', 'basoka dibawa lari', dan lain-lain. (Baca: Buku Anak Ini Dinilai GP Ansor Ajarkan Radikalisme

Penilaian dari GP Ansor ini mendapat tanggapan dari Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Garut Dr. Tiar A. Bachtiar, M.Hum. Menurutnya kata-kata atau kalimat 'syahid di medan jihad', 'hati-hati zona bahaya', 'bahaya sabotase', 'gegana ada di mana', 'basoka dibawa lari', itu bersifat netral.

"Kata-kata itu netral, bisa dimaknai apa saja. Kalau pikirannya sedang tidak senang dengan Islam bisa mudah diartikan begitu. Padahal, bisa jadi maknaya tidak begitu," katanya kepada voa-islam.com, Kamis (21/01) yang lalu.

Ketika ditanya apakah mengaitkan kata-kata kalimat 'syahid di medan jihad' dan sebagainya sebagai islamophobia, Peneliti Insist ini menjawab.

"Iya betul semacam jihadphobi dan islamophobia," ujar Ketua Umum Pemuda Persis 2010-2015 ini. [syahid/voa-islam.com]

 


latestnews

View Full Version