View Full Version
Ahad, 17 Jul 2016

Persis Minta Kapolri Baru Tangani Terorisme Tanpa Sudutkan Islam

BANDUNG (voa-islam.com) - Persatuan Islam (Persis) meminta Tito Karnavian yang baru dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia dapat menangani terorisme di Indonesia dengan tidak menyudutkan Islam. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Persis, JJ. Zaenuddin Kamis (14/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, penanganan terorisme di Indonesia saat ini sering menyudutkan Islam, karena hanya menangani terorisme berdasarkan ideologi saja. Islam dituding sebagai akar terorisme yang menurutnya tampak sepereti pada konsep wahabi hingga jihad. Padahal Islam tidak mengajarkan hal tersebut.

Selain itu, penanganan terorisme di Indonesia sifatnya reaktif dan bukan preventif. Sehingga pemerintah terkesan tidak mampu mencegah terorisme atau radikalisme lainnya. Untuk itu, Kapolri baru diharapkan dapat menangani terorisme tanpa menyudutkan Islam.

...penanganan terorisme di Indonesia saat ini sering menyudutkan Islam, karena hanya menangani terorisme berdasarkan ideologi saja. Islam dituding sebagai akar terorisme yang menurutnya tampak sepereti pada konsep wahabi hingga jihad. Padahal Islam tidak mengajarkan hal tersebut

“Dan mampu meluruskan paradigma-paradigma salah mengenai Islam dan terorisme salah-satunya terorisme selalu diidentikkan dengan Islam,” tuturnya dikutip dari laman persisalamin.com.

Lalu, diharapkan juga Kapolri baru melalui densus 88 mampu menangani terorisme secara komprehensif seperti aspek yang melatarbelakangi gerakan terorisme di Indonesia salah-satunya ketidakadilan lokal maupun global, kesenjangan sosial dan ekonomi hingga ketidakpuasaan masyarakat terhadap penegakkan hukum.

Sehingga tidak akan ada stigma teroris pada seseorang yang sebenarnya belum terbukti teroris. Seperti ditangkap karena diduga teroris hanya karena didasari individu tersebut mengkritik pemerintah.

“Seperti kasus Siyono dan yang lainnya yang sebenarnya masih diduga teroris tetapi langsung ditembak mati,” tegasnya. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version