View Full Version
Senin, 29 Aug 2016

Bubarkan Pengajian, Warga Ternate Kesal Pengikut Syiah Jafariah Tidak Taati Fatwa MUI

TERNATE (voa-islam.com)--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate, Maluku Utara, telah mengeluarkan fatwa sesat kepada kelompok Syiah Jafariah pimpinan Nawawi Husni. Fatwa ini dikeluarkan setelah melalui kajian.

Kendati dikeluarkan fatwa sesat, tetapi kelompok Syiah Jafariah ini tetap melakukan aktivitas keagamaan. Hingga pada Rabu (24/8/2016) pekan lalu kelompok ini menggelar pengajian. Warga pun dibuat kesal. (Baca juga: Shalat Tiga Waktu, MUI Fatwakan Sesat Syiah Jafariah di Ternate).

Hingga kemudian pengajian sudah berlangsung dua jam, puluhan warga membubarkannya. Massa semakin banyak bertambah, sehingga kelompok Syiah Jafariah ini menghentikan aktivitasnya.

Beruntung, aparat Polres Ternate langsung sigap ke TKP. Dipimpin langsung oleh Kapolres Ternate AKP Kamal Bachtiar dibantu Danramil, Babinsa, Intelmob, dan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, aparat mengamankan TKP dan berusaha meredam emosi masyarakat.

Tak berselang lama sekitar pukul 00.50 wit pengikut ajaran Syiah berhasil dievakuasi ke Mapolres Ternate atas dasar negosiasi dengan masyarakat setempat.

Kemudian pada Jumat (26/8/2016), Polres Ternate memulangkan para pengikut Syiah Jafariah. "Iya sudah dipulangkan ke rumah masih-masing setelah diberikan arahan supaya mereka tidak lagi melakukan aktifitas menyimpang yang dapat memancing kemarahan masyarakat," kata AKBP Kamal Bahtiar, Kapolres Ternate, Ahad (28/8/2016) seperti dikutip dari Rimanews.

Menurut Kamal, ada beberapa alasan dibalik pemulangan ketujuh orang pengikut ajaran sesat tersebut dan mereka dipulangkan karena bersikap kooperatif dan berjanji tidak akan menyebarkan ajaran yang dilarang keras oleh pemerintah kota Ternate tersebut.

Seperti diketahui, MUI Kota Ternate dan Pemkot Ternate telah mengeluarkan larangan Syiah Jafariah untuk melakukan aktivitas keagamaan atas berbagai pertimbangan. Salah satu yang disoal adalah pengeramatan sebuah makam yang dianggap kelompok Syiah Jafariah hal yang gaib.

"Jadi sudah ada beberapa peristiwa termasuk adanya pengeramatan sebuah makam yang dianggap aliran Syiah Jafariah sebagai sesuatu yang gaib, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Abdulah Sadik, Kepala Kesbangpol Kota Ternate.

Camat Kota Ternate Tengah, Thamrin Marsaoly mengakui ada insiden perkelahian antarwarga di Marikurubu, yang berawal dari pengeramatan sebuah makam di daerah itu.

"Masyarakat tidak bisa menerima asumsi kelompok Syiah Jafariah bahwa makam itu sakral, lalu terjadi adu mulut yang berlanjut dengan perkelahian,” jelas Thamrin.* [Dbs/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version