View Full Version
Sabtu, 17 Sep 2016

Pembatalan Izin Silaturrahim Akbar di Masjid Istiqlal Dinilai Bentuk Ketakutan Rezim

JAKARTA (voa-islam.com)—Ketua Taruna Muslim, Alfian Tanjung mengatakan bahwa pembatalan Silaturrahim Akbar Doa untuk Kepemimpinan Ibu Kota yang sedianya dilaksanakan pada Ahad (18/9/2016) siang di Masjid Istiqlal, Jakarta adalah ekses pertarungan politik di Jakarta.

"Pembatalan dalam tanda kutip tidak sepihak, tapi hakikatnya efek karambol atau multiple effect," kata Alfian saat ditemui Voa-Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Menurut Alfian, kemampuan kelompok Islam yang lincah dalam menghadapi eskalasi politik di Jakarta dalam berbagai pertemuan sebelumnya mampu membuat orkestra politik hingga membuat efek gentar terhadap lawan politik. (Baca juga: Izin Silaturrahim Akbar Dibatalkan, Panitia Tetap Anjurkan Umat Islam Shalat Dzuhur di Istiqlal).

"Acara besok (Ahad) sangat elaboratif, hamasah kolektif yang sangat bagus. Pembatalan dilakukan tidak kaget, karena itu bentuk anti thesis sebuah ketakutan Jokowi. Yang melarang bukan masjid Istiqlal tapi Istana dalam tanda kutip," ungkap Alfian.

Menurutnya, beberapa partai sudah diancam dan ditekan dengan klausul-klausul agar memilih Ahok. Sehingga, pelarangan ini adalah konsekuensi logis dalam perang politik.

"Karena bila acara besok berjalan, bola perangnya akan membesar, pelarangan ini justru menjadi genderang perang semakin masif," imbuh Alfin.

"Saya sejatinya kecewa dengan pelarangan ini. Tapi ini justru seru, walaupun tidak semua harus dihadapi emosional," tambahnya.* [Bilal/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version