View Full Version
Kamis, 29 Dec 2016

Catatan Akhir Tahun 2016, Pemuda Muhammadiyah: Negara Belum Berpihak Pada Mustadh'afin

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Menyambut pergantian tahun, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menggelar kajian bertema "Catatan Akhir Tahun 2016: Membela Mustadh'afin".

Dalam catatan akhir tahun itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah,Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pada 2016 kepemimpinan di Indonesia masih tidak berpihak kepada kaum mustadhafin, kaum yang tertindas atau yang dimiskinkan.

"Kebijakan politik negeri ini masih menempatkan mereka dalam posisi yang ditindas," katanya saat kajian di Gedung dakwah Muhammadiyah Menteng Raya no.61, Jakarta, Kamis (29/12/2016) 

Hal itu, lanjut Dahnil, bisa dilihat dengan adanya sejumlah kasus seperti konflik pabrik semen di Rembang, kasus reklamasi teluk di Jakarta, kasus penggusuran, kasus pembakaran hutan di sumatera, dan kasus korporasi-korporasi besar yang tidak ditindak saat melanggar aturan, namun justru rakyat kecilnya yang ditindak.

"Banyak kasus hukum yang memposisikan rakyat kecil sebagai pesakitan," ucapnyaml.

Kedua, kata Dahnil, Pemuda Muhammadiyah juga melihat negeri ini tidak dipimpin oleh kepemimpinan sejati. Kepemimpin sejatinya tidak dipimpin oleh presiden, gubernur, dan bupati.

"Sejatinya, negeri ini dipimpin oleh korporasi. Itu kita bisa lihat dari kasus-kasus tadi seperti reklamasi. Ini membuktikan para politisi dikendalikan sepenuhnya oleh korporasi-korporasi," tuturnya 

Catatan inilah, sambing Dahnil, yang Pemuda Muhammadiyah sebarkan kepada publik, agar kedepannya kebijakan tersebut dapat diperbaiki.

"Bagaimana memperbaikinya? kembalikan  kepemimpinan sesungguhnya," tandasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version