View Full Version
Senin, 27 Mar 2017

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

MAJALENGKA (voa-islam.com) -  Keinginan munculnya  generasi muslim yang unggul saat masih jauh  panggang dari api. Kasus kriminal seperti tawuran, narkoba dan pergaulan bebas masih tetap marak di kalangan generasi muda. Itu tidak lepas dari system pendidikan yang berlaku di negeri ini.

“Masalahnya karena system pendidikan  yang sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan dunia,” kata Ustadz Aasasballah, aktivis HTI Majalaengka dalam Majelis Siyasi di Masjid An Nur, Komplek Neglasari, Ahad (26/3).

Dikatakan  bahwa di Indonesia saat ini sudah terjadi sekularisasi kurikulum. Sekularisasi kurikulum tersebut diantaranya Membebaskan kurikulum dari muatan Islam, Membuat kurikulum cenderung kepada kedamaian dan toleransi , Penguatan HAM dan kesetaraan Gender, Penghapusan budaya Islam dan dan Kepribadian Islam (Misal : jihad), Menyelaraskan Kurikulum dunia Islam dengan kurikulum barat, Kurikulum fokus hanya pada menghafal informasi dan pengulangan, Mereduksi isu 'Terorisme dan Radikalisme' Walhasil melahirkan generasi atau kaum munafik,” tegas  praktisi pendidikan ini.

Selain itu katanya  pendidikan sekuler itu akan melahirkan generasi yang pragmatis, hedonis, individualis, dan materialistis,  dan elahirkan generasi komperador .

Karenanya, lanjut dia,  pendidikan berbasis sekuler sangat membahayakan generasi muslim. System pendidikan berbasis sekuler ini  telah gagal memanusiakan manusia menjadi manusia seutuhnya sebagaiyakni  hamba Allah. “Solusi carut marut pendidikan di negeri ini  adalah mengembalikannya kepada system Islam,” tegasnya.

Pembicara lain, Ust Mundzir  Islam  mengatakan bahwa pendidikan Islam itu  berbanding terbalik dengan pendidikan sekuler. Pendidikan Islam bisa meningkatkan kehidupan umat Islam dari segi pemikiran dan ilmu. Pemikian Islam dan Ilmu sain di kalangan umat Islam akan produtif, dalam dan luas.  Dengan  Ilmu sains itu umat Islam akan mampu memimpin dunia. Pendidikan Islam akan mengeluarkan manusia dari kekufuran ke cahaya Islam. Akan mengeluarkan manusia dari perundangan yang kufur kepada Allah kepada perundangan Islam yang memberi keadilan penuh kepada manusia.

“Melalui sains Islam, bumi dan langit ini akan dikelola dengan benar untuk kesejahteraan manusia sekaligus  untuk mendapat ridhla Allah swt.  “Ilmu Islam juga akan membukakan gerbang kebahagiaan bagi manusia baik di dunia maupun di akhirat, “ ujarnya.

“Karenanya sistem sekuler itu dari asasnya  sudah gagal, maka wajar jika outpunya juga gagal. Putra-putra umat Islam pun alhasil akan menjadi budak-budak kapitalis,” tambahnya.

Sementara itu disebutkan bahwa strategi Pendidikan Islam, wajib menjadikan akidah Islam sebagai asas pendidikan.  Cakupan akidah Islam mencakup segala hal tentang kehidupan ini. Dalam bernegara, dalam ekonomi, dalam hal pendidikan semuanya lahir dari asas akidah Islam. “Semua materi pelajaran tidak lepas dari akidah Islam.” [az/syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version