View Full Version
Jum'at, 07 Apr 2017

Acara Zakir Naik Diancam Dibubarkan, MIUMI: Kami Belum Pernah Tahu Ada Garda Aswaja di Bekasi

 

BEKASI (voa-islam.com)--Isu rencana  pembubaran acara Dr. Zakir Naik di Bekasi pada 8 April 2017 nanti oleh Garda Aswaja (GA) dengan tuduhan bahwa acara tersebut dapat menumbuhkan paham Islam radikal di Indonesia dan membahayakan NKRI, mendapat kritikan banyak pihak.

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Kota Bekasi menyatakan bahwa Kegiatan Zakir Naik telah mendapatkan izin resmi dari pemerintah pusat maupun daerah serta instansi-instansi terkait termasuk tentu saja Mabes Polri. Bahkan sudah mendapat restu dari Wakil Presiden RI dan para pejabat dan tokoh publik.

"Jadi upaya menolak apalagi membubarkan kegiatan Zakir Naik adalah tindakan makar terhadap pemerintah," kata Ketua MIUMI Bekasi, Wildan Hasan, M.Pd.I, dalam pernyataannya kepada Voa Islam, baru-baru ini.

MIUMI menilai bahwa membubarkan kegiatan yang telah mendapatkan izin resmi dan telah mendapatkan dukungan sangat luas dari masyarakat adalah tindakan inkonstitusional, menodai kebhinekaan, melecehkan Pancasila dan membahayakan keutuhan NKRI.

"Kami belum pernah mengenal ada badan bernama Garda Aswaja di Kota Bekasi sebelumnya, bisa jadi kami yang memang kekurangan informasi. Tidak sebagai otonom dari ormas-ormas Islam. Tidak juga sebagai underbow orpol tertentu. Kita khawatir ada kelompok partisan yang bergerak karena kepentingan tertentu untuk menimbulkan instabilitas di tengah masyarakat dan membuat keruh keharmonisan serta kondusifitas kota Bekasi," jelas Wildan

MIUMI menegaskan bahwa tuduhan kegiatan DZN dapat menumbuhkan radikalisme dan membahayakan NKRI sangat tidak berdasar. Isi ceramah DZN sama dengan isi ceramah para da'i Islam dari mulai para ulama salaf sampai khalaf saat ini.

Bahkan berkesesuaian dengan da'wah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Da'wah DZN tidak menyimpang dari manhaj da'wah para ulama ahlus sunnah dan para ulama pejuang kemerdekaan NKRI. Tuduhan Garda Aswaja menunjukkan sempitnya pemahaman agama dan wawasan sejarah. Tuduhan Garda Aswaja secara tidak langsung menganggap da'wah Rasulullah dan para ulama berpotensi menumbuhkan paham radikal/ radikalisme.

"Ceramah-ceramah Dr Zakir Naik yang tersebar luas selama ini sama sekali tidak terbukti menstimulasi tumbuhnya radikalisme dan aksi-aksi intoleran. Jadi tuduhan tersebut adalah fitnah belaka,"ucap Wildan.

MIUMI Bekasi menghimbau agar Garda Aswaja berniat baik dengan berkenan hadir pada acara Dr Zakir Naik dan di sana mereka bisa sepuasnya berdiskusi dengan Zakir Naik. Karena bisa jadi tuduhan Garda Aswaja terhadap Dr Zakir Naik lahir dari kebodohan dan akibat mendapatkan informasi yang keliru.

"Kami pun mengundang Garda Aswaja untuk berkenan berdiskusi dengan kami secara terbuka maupun tertutup terkait isu-isu kebangsaan, nasionalisme, keislaman, toleransi, kebhinekaan, Pancasila-NKRI, internasionalisme, radikalisme dan lainnya," tandasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version