View Full Version
Jum'at, 26 May 2017

Masuk Ramadhan, Ini Nasehat Pimpinan Ponpes Darul Anshor Blora

BLORA (voa-islam.com) - Ramadhan yang akan kita hadapi ini adalah Ramadhan yang sangat special bagi umat Islam. Pertama umat Islam hari ini minimal mempunyai dua kemenangan sebelum masuk Ramadhan.

"Yaitu kemenangan kita dengan terkalahkannya Ahok sehingga masuk penjara dan terkalahkannya Ahok dalam pilkada DKI Jakarta ini kemenangan," kata Pimpinan Pondok Pesantren Darul Anshor Ngawen Blora Ustadz Denok Aji Murti kepada voa-islam.com, Kamis (25/05).

"Sehingga ini menjadi modal yang sangat luar biasa bersemangat untuk masuk di bulan Ramadhan bahwa kita diberikan kemenangan dalam bertempur di tahun ini," lanjutnya.

Akan tetapi, menurut Ustadz Denok, perjuangan umat Islam belum selesai. Fitnah masih menjadi sebuah makanan sehari-hari, ulama mencoba dikriminalisasikan, maka di bulan Ramadhan ini kita harus benar-benar mujahadah meminta kepada Allah agar negara kita ini terselamatkan dari makar-makar Yahudi dan Nasrani, dan para Komunis.

"Maka ikhwah fillah rahimakumullah nasehat kami di bulan Ramadhan ini bersungguh-sungguh lah meminta kepada Allah, siapkan mental kita untuk berjihad di jalan Allah, berjuang di jalan Allah, bersama para ulama," tuturnya.

"Adapun fitnah hari ini ada peledakan bom, ada fitnah kasus yang menimpa habib kita, Habib Rizieq Shihab, ini adalah bagian dari ujian kaum Muslimin yang kita semuanya harus bersikap dengan adil, bersikap secara bijaksana, dan tidak boleh percaya dengan segala sesuatu yang dilontarkan oleh orang-orang kafir," tambahnya 

Dilain itu, Ustadz Denok yang akrab dengan panggilan Kyai Samping Lepen ini juga mengingatkan umat Islam selama Ramadhan tidak boleh lengah, jangan hanya gara-gara kita masuk bulan Ramadhan, kemudian kita memadamkan semangat perjuangan kita menghadapi para ahokers, menghadapi para penebar fitnah.

"Karena Rosulullah SAW sendiri justru di bulan Ramadhan itu mengangkat pedang melawan setan-setan yang berwujud manusia, melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafikin. Justru di bulan Ramadhan lah kita harus punya semangat membara jihadu fii sabilillah, maka jangan pernah padamkan semangat jihad ini hanya gara-gara kita melakukan puasa, jangan berhenti meskipun sejenak hanya gara-gara kita puasa" paparnya.

"Momentum Ramadhan ini kita jadikan sebuah pemacu semangat dan pembakar dari setiap pengorbanan kita agar kita benar-benar menjadi pejuang sejati," ungkapnya.

"Mengingatkan kembali sekali lagi jangan pernah berhenti berjuang justru di bulan Ramadhan ini kita harus lebih bersemangat untuk beramar makruf dan nahi mungkar," pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version