View Full Version
Ahad, 11 Jun 2017

Ustadz Abdul Rahiim Ba'asyir: Perintah Berenang, berkuda dan Memanah Menyimpan Banyak Hikmah

 
SOLO (voa-islam.com)--Berkuda memanah dan berenang merupakan olahraga yang disunnahkan Rasulullah Muhammad Shallalahu 'alaihi wasallam. Rasulullah memerintahkan umat muslim untuk mengajarkan tiga olahraga ini pada nak-anak sejak kecil. 
 
"Tiga olahraga ini diperintahkan sebab memiliki banyak hikmah yang terkandung didalamnya," ujar Ustadz Abdul Rahim Ba'asyir, pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Solo, Jawa Tengah kepada Voa Islam baru-baru ini.
 
Jika dilihat dari sisi sosiologis, berbeda dengan saat ini manusia menggunakan berbagai macam kendaraan bermotor, dahulu kendaraan yang dipakai adalah dari jenis hewan,  kuda salah satunya. Oleh karena itu kaum muslimin diperintahkan untuk belajar menunggang kuda. 
 
Menurutnya, berlajar berkuda melatih kepemimpinan, sebab kuda berbeda dengan alat transportasi yang berupa benda mati. Kuda dapat mengerti siapa penunggangnya.
 
Jika ia merasa cocok dan nyaman ia akan memberi manfaat dengan baik, sedang jika ia merasa penunggangnya tidak terampil kuda tidak segan-segan menjatuhkannya. 
 
Begitu pula dengan memanah, olah raga ini melatih kita untuk memiliki daya konsentrasi yang tinggi. Tak hanya itu, pemanah dituntut memiliki ketelitian dalam menghitung jarak, arah dan kecepatan angin. Olahraga ini secara tidak langsung mengasah firasat agar lebih kuat. 
 
Lanjut Ustadz Iim, demikian sapaan karibnya, perintah terampil menunggang kuda memanah dan berenang juga dimaksudakan sebagai bentuk ‘i’dad,  persiapan untuk menghadapi perang melawan musuh-musuh Oslam.
 
Keterampilan umat Islam dalam penguasana senjata akan membuat musuh-musuh Islam gentar. "Sebaliknya, saat ini umat Islam telah meninggalkan perintah i’dad akibatnya umat Islam menjadi bulan-bulanan musuh," imbuhnya.
 
Saat ini, memanah, berkuda, dan berenang tampaknya telah menjadi hobi yang digandrungi. Menurut Ustadz Iim, hal ini  patut di syukuri, bahkan para sahabat Nabi sering mengadakan lomba panahan, dan berkuda. Namun demikian, hendaknya keterampilan itu tidak hanya berhenti pada hobi semata.
 
"Pesan i’dad yang terkandung pada olahraga tersebut harus ditanamkan," pungkasnya. * [Aan/Syaf/voa-islam.com]

latestnews

View Full Version