View Full Version
Selasa, 27 Jun 2017

Soal Film Pendek DIVHUMAS, PM: Polri Tidak Paham Makna Toleransi

JAKARTA (voa-islam.com), Pemuda Muhammadiyah menilai film pendek rilisan Divisi Hubungan Masyarakat (Divhumas) Polri berjudul “Kau Adalah Aku yang Lain” wujud ketidakmampuan Kepolisian memahami toleransi.

"Dalam hal ini, kepolisian terlihat gagal dalam memahami makna toleransi," jelas Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman kepada voa-islam.com, Selasa (27/6/2017).

Pedri meyakini Kepolisian terbawa arus stigmatisasi, tidak melihat realita di kehidupan. Bagi mereka seolah intoleran itu identik dengan Islam.

"Pertanyaannya, apa iya ada orang Islam yang melarang ambulans lewat di lokasi pengajian hanya karena beda agama?" tanyanya.

Jadi, katanya lagi, cara pandang kepolisian harus diluruskan. Selain itu, literasi kepolisian tentang toleransi perlu dibenahi. Pedri juga mendesak Kapolri agar meminta maaf kepada umat Islam.  

"Karena lembaga yang ia pimpin telah melakukan kekeliruan besar. Kepercayaan rakyat pada Polri makin jatuh ke level bawah," tandasnya.

Sekedar diketahui, Divisi Humas Polri merilis film pendek berdurasi 7 menit 41 detik dengan judul" Kau Adalah Aku yang Lain” .

Dalam film tersebut, disoroti sikap seorang bapak tua yang enggan memberi jalan kepada sebuah ambulans saat melintasi lokasi pengajiam. Bapak tua tersebut karena mobil itu membawa orang non-Muslim yang sedang sekarat.

Film pendek itu mengecam bapak tua itu karena tidak paham toleransi dan melakuka diskriminasi berdasarkan agama. (Bilal)


latestnews

View Full Version