View Full Version
Rabu, 08 Nov 2017

KH Subari Pimpin MUI Kota Surakarta 2017-2022

SOLO (voa-islam.com)--KH. Subari bakal memimpin Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta periode 2017-2022. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta itu terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musyda) ke IX MUI Kota Surakarta di Gedung MUI Solo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu kemarin (4/11).

KH Subari, mengaku akan menjalankan amanat Musda tersebut dengan sebaik baiknya. Di awal kepemimpinannya, ia ingin merekatkan hubungan antara MUI Kota Surakarta dengan Pemerintahan Kota Surakarta. Sebab menurutnya, sinergisitas ulama dan umara menjadi kunci pembangunan umat.

"Harus ada sinergisitas untuk membawa umat Islam di Kota Solo menjadi lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan ia ingin MUI memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Dua sektor menjadi fokus utamanya, yakni di  dalam bidang keagamaan maupun ekonomi.

Ketua MUI Solo periode 2012-2017, Prof. Zaenal Arifin Adnan mengatakan selama ini MUI Kota Surakarta mampu menjadi perekat berbagai ormas di kota Surakarta. Bahkan turut mengawal kota Surakarta dari bahaya kemaksiatan.

Setidaknya pada kepengurusan periode 2012-2017 MUI kota Surakarta membuat berbagai simpul strategis. "Diantaranya Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), kita juga buat wadah para elemen mulim dalam bentuk Elemen Muslim Surakarta (Elmusa), serta rumah konseling keluarag sakinah sebagai wadah konseling umat Islam,” ungkapnya.

Ia berharap peran ini ditingkatkan oleh ketua dan pengurus MUI kota Surakarta selanjutnya. Terlebih pada  bahaya pergaulan bebas, aliran sesat dan  kebangkitan komunisme memgintai umat.

“Kedepan MUI diharapkan siap hadir kapan pun ditengah tengah umat. kalau lengah nanti  kalah dengan PKI," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, menegaskan bahwa berdirinya negara Indonesia tidak lepas dari kiprah dan perjuangan para ulama. Bahkan dalam penyusunan dasar negara dan  konstitusi peran ulama sangat besar didalamnya.  

"Estafet perjuangan ini harus dilanjutkan/bahwa ulama memiliki tanggungjawab besar terhadap negara," ujarnya.

Ia mengingatkan agar hubungan sinergis antara MYI kota Surakarta dan Pemerintah hendaknya dirawat dengan baik. Selain itu hendaknya program MUI tidak hanya hal-hal yang bersifat lahiriah, namun juga membina batin umat. * [Aan/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version