View Full Version
Kamis, 19 Jul 2018

Disebut Ada Teroris, 18 Dokter RSUD Padang Pariaman Mogok Kerja

PADANG PARIAMAN (voa-Islam.com) - Seperti dikutip dari Harian Haluan, sekira ratusan petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman lakukan aksi mogok kerja, Rabu (18/7). Petugas tersebut tersinggung karena dituduh sebagai teroris.

Setidaknya ada 18 dokter spesialis di RSUD Padang Pariaman mengancam mengundurkan diri dari rumah sakit tersebut. 


Akibatnya terlihat ratusan tenaga medis dan pegawai rumah sakit memadati perkarangan rumah sakit untuk melakukan aksi demo. Dalam orasi yang dipimpin langsung oleh delapan belas dokter spesialis itu, menyatakan ketidaksenangannya atas pernyataan direktur RSUD, saat pelaksanaan apel pagi, yang mengatakan ada teroris di RSUD Padang Pariaman. "Ada 2 persen teroris di rumah sakit ini," ujar kordinator aksi dr. Efriandi, menirukan ucapan direktur RSUD.

Kepada Haluan dr. Efriandi, menjelaskan, bahwa dirinya bersama rekan-rekannya tidak menerima atas pernyataan Direktur RSUD Padang Pariaman tersebut. Pasalnya, pernyataan yang dilontarkan tersebut membuat keresahan kepada seluruh pasien yang menjalani pengobatan di RSUD ini. "Bahkan saya ditanya oleh pasien langsung, bapak tidak teroriskan,"ucapnya.

Selaku ketua koordinator aksi dr. Efriandi, yang mewakili rekan-rekannya menegaskan tuntutannya, Direktur RSUD Padang Pariaman harus mundur dari jabatannya, kalau tidak sebanyak 18 dokter spesialis yang ada di RSUD Padang Pariaman ini akan mengundurkan diri karena merasa dilecehkan.

"Kami atas nama dokter spesialis di RSUD Padang Pariaman meminta kepada Pemerintah Padang Pariaman agar menganti direktur yang saat ini," ujarnya lagi. [haluan/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version