View Full Version
Senin, 03 Sep 2018

Ormas Islam Jatim Tolak Upaya Menghidupkan Kembali Lokalisasi Pelacuran Dolly

SURABAYA (voa-islam.com)—Sejumlah elemen ormas Islam mengatasnamakan Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim) Senin (3/9/2018) pagi ini menggelar aksi damai menolak upaya menghidupkan kembali lokalisasi perzinaan Dolly dan Jarak di Surabaya.

Aksi digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jl Arjuno Surabaya. Aksi damai ini guna mengawal  persidangan di PN Surabaya yang mengagendakan pembacaan putusan atas gugatan pihak tertentu terhadap Wali Kota dan Pemerintah Kota Surabaya yang menutup pelacuran Dolly-Jarak.

Dalam keterangan pers GUIB Jatim yang diterima Voa Islam, disebutkan bahwa ada upaya para investor perzinaan untuk menghidupkan kembali lokalisasi prostitusi dan tempat perzinaan di Surabaya, khususnya Jarak dan Putat Jaya (Dolly).

Akhir akhir ini Jarak dan Dolly kembali ricuh dengan munculnya sekelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan warga Jarak dan Dolly. Mereka menggugat pemerintah Kota Surabaya dengan dalih yang sangat dipaksakan untuk kamuflase kepentingan para investor perzinaan untuk menghidupkan kembali lokalisasi prostitusi Jarak dan Dolly. 

Forum masyarakat Jarak dan Dolly (Forkaji) menyuarakan aspirasinya untuk melakukan penolakan atas upaya para investor perzinaan untuk menghidupkan kembali lokalisasi prostitusi dan tempat perzinahan di Surabaya, khususnya Jarak dan Putat Jaya. 

GUIB Jatim yang beranggotakan 78 Ormas dan lembaga ke-islaman di Jawa Timur, Ikatan Dai Area Eks Lokalisasi (IDEAL-MUI Jatim), persatuan remaja masjid dan musholla Putat Jaya (PERMATA), Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR),  Barisan Serbaguna Ansor (BANSER), Komunitas Mahasiswa Peduli Ahlak Bangsa, akan mensupport Forum masyarakat Jarak dan Dolly (Forkaji).* [Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version