View Full Version
Sabtu, 29 Dec 2018

Umat Islam Majalengka Gelar Aksi Bela Muslim Uyghur

MAJELENGKA (voa-islam.com)--Musibah yang menimpa umat Islam seolah tak berhenti. Salah satunya yang heboh saat ini adalah penindasan jutaan umat Islam di Uyghur oleh pemerintah komunis China. 

Aksi kecaman keras dan solidaritas terhadap nasib umat Islam di Uyghur pun digelar umat Islam di Indonesia. Termasuk di Majalengka, Jawa Barat. Ribuan umat Islam Majalengka dari yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Muslim Majalengka (GEMMA) menggelar aksi solidaritas #BelaMuslimUyghur pada Jumat (28/12/2018) di depan gedung DPRD Majalengka. 

Aksi yang dimulai dengan longmarch mengelilingi jalanan utama kota Majalengka tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai ormas di Majalengka seperti FPI, Muhammadiyah, Persis, Salimah, Komunitas Santri Kalong dan lainnya. 

Bendera tauhid al liwa dan ar rayah serta bendera ormas tampak berkibar  disamping bendera ormas. Sementara dalam poster dan spanduk para peserta tampak tertulis "Uyghur Berdarah, We Need Khilafah", "Uyghur Teriak Dunia Tak Bergerak",  "Kirim Tentara Bebaskan Uyghur".

"Saat ini Umat Islam Uyghur China  mengalami musibah yang sangat besar . Yang seharusnya diprotes keras oleh kepala negara," tegas Kyai Yusuf  Komarudin, ketua FPI Majalengka dalam orasinya di depan gedung DPRD Majalalengka.

Kyai Yusuf kemudian berharap  agar  kepala daerah bisa menyampaikan kepada kepala negara untuk menyampaikan protes atas penindasan pemerintah China. 

"Siap bersatu? Siap bela Islam? Takbir! Alhamdulillah kita disini masih bisa bersatu" katanya.

Ketua GEMMA Ustaz Acep Saefuddin menyampaikan, aksi ini bukan karena kepentingan politik namun sebagai bentuk kesadaran  terhadap penderitaan yang dialami oleh Muslim Uyghur di China.

"Walaupun tidak saling kenal dengan umat Islam di Uyghur, namun kita dipersatukan dengan ikatan iman," kata Ustaz Acep.

"GEMMA merupakan gabungan berbagai elemen/forum/ormas yang ada di Majalengka. Meskipun kami berbeda, namun ketika kami berbicara tentang nasib Islam maka suara kita sama, kita sangat peduli terhadap nasib sesama muslim yang berada di Uyghur," lanjut Ustaz Acep.

Cahyati, ketua Salimah Majalengka menyampaikan bahwa apa yg terjadi saat ini sudah di luar batas kemanusiaan. "Kami sebagai emak-emak sangat merasakan arti kehilangan keluarga.Di sana mereka kehilangan orang tua, wanita, anak-anak dan yang paling berat mereka kehilangan hak untu beribadah, " ujarnya.

Sutrisno, salah satu anggota DPRD dalam orasinya menyampaikan di depan para peserta aksi, bahwa keluarga besar DPRD Majalengka prihatin dengan kejadian yang menimpa Muslim Uyghur di China. Katanya DPRD Majalengka akan menyampaikan protes keras kepada pemerintah Indonesia untuk mengecam keras.* [Ril/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version