

JAKARTA (voa-islam.com)- Politisi Gerindra, Fadli Zon mempertanyakan sikap netral Kementerian BUMN. Pertanyaan ini muncul sebab adanya dugaan kampanye yang dilakukan oleh BUMN, sebagaimana yang dicuitkan mantan Stafsus KemenBUMN, Muhammad Said Didu.
Di mana netralitas @KemenBUMN? Jelaslah ini bukan social project tapi polical project untuk pilpres. @Gerindra @prabowo @sandiuno,” demikian protesnya, di akun Twitter pribadi miliknya, baru-baru ini.
Protes Fahri itu mengomentari cuitan Said Didu yang berbunyi, “Jadwal ‘pembagian sembako’ BUMN dalam rangka ‘ulang tahun’ @KemenBUMN. Sangat aneh, BUMN yang berlokasi di Sumatera tapi diminta bagi sembako di Jabar. #saveBUMN. Ayo #rakyatbergerak #saveBUMN,” cuitannya.
Sebelum Fahri, telah ada yang ikut mengomentarinya. Ialah politisi Demokrat Andi Arief, yang mengatakan Jokowi menutup mata atas apa yang dicuitkan Said. “Pak Jokowi kelihatan tutup mata,” katanya.
(Robi/voa-islam.com)